Meskipun demikian, perkembangan dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi. Probabilitas untuk terjadi letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya masih tinggi. Ancaman bahaya erupsi berasal dari lontaran batu pijar disertai hujan abu lebat. Potensi ancaman bahaya lainnya berasal dari aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 10 September 2026, maka tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap pada level tiga atau siaga.
(dov/frg)
No more pages




























