Logo Bloomberg Technoz

Pasar energi terguncang akibat konflik Rusia-Ukraina dan perang AS melawan Iran.

Bank sentral, termasuk Federal Reserve (The Fed), sedang mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk meredam lonjakan inflasi, sementara biaya energi yang melambung membebani konsumen dan menciptakan tantangan politik bagi Gedung Putih serta Kongres yang dikuasai Partai Republik menjelang pemilihan umum sela November.

EIA menyatakan rendahnya tingkat persediaan juga dapat memicu kenaikan harga minyak pemanas rumah tangga di wilayah Timur Laut Amerika Serikat.

Pasokan semakin menipis tepat saat permintaan puncak diesel mendekati masanya; musim pemanasan dan masa panen di Belahan Bumi Utara terjadi bersamaan dengan musim tanam di Belahan Bumi Selatan.

Badan tersebut memperkirakan diesel crack spread—selisih harga antara bahan bakar olahan dan minyak mentah—akan tetap berada di atas US$2/galon (atau US$84/barel) hingga November, sebelum kemudian menurun hingga pertengahan 2027.

Indikator teknis ini sempat melampaui angka US$100 untuk pertama kalinya bulan lalu dan terus mencetak rekor tertinggi baru, sembari makin sering dijadikan acuan oleh para pejabat bank sentral sebagai tolok ukur tekanan inflasi.

(bbn)

No more pages