Logo Bloomberg Technoz

"Ini seperti Departemen Keuangan menciptakan monster yang kini harus terus mereka beri makan," ujar Zeng.

Bessent bahkan pada Selasa secara terbuka mengakui bahwa ia tidak dapat mengubah harga “keseimbangan” surat utang AS dan menjelaskan bahwa tujuannya adalah memperlambat pergerakan pasar serta mencegah terbentuknya narasi yang merugikan. Tantangannya, ia berupaya menurunkan biaya pinjaman di tengah kenaikan harga yang tinggi, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), dan defisit anggaran yang secara historis sangat besar.

Untuk saat ini, Departemen Keuangan tidak memberikan indikasi lebih lanjut bahwa pihaknya siap melakukan pembelian kembali dalam jumlah yang lebih besar. Departemen tersebut mengatakan batas maksimum pembelian untuk enam operasi pembelian kembali surat utang nominal jangka panjang lainnya yang dijadwalkan pada kuartal fiskal saat ini akan sama dengan atau lebih dari US$4 miliar.

Hal itu sesuai dengan pernyataan awal Departemen Keuangan yang mengejutkan pada 19 Agustus, ketika lembaga tersebut mengatakan akan “setidaknya menggandakan” nilai operasi yang sebelumnya direncanakan sebesar US$2 miliar untuk setiap transaksi.

"Dalam kondisi saat ini, Departemen Keuangan membawa pistol mainan ke medan perang tank," cetus Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman & Co.

Setelah pengumuman awal pada 19 Agustus mengenai perluasan rencana pembelian kembali, imbal hasil sempat turun, tetapi kemudian dengan cepat kembali naik. Bessent merombak program tersebut setelah imbal hasil obligasi tenor 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007. Dalam sebuah acara di Texas pada Selasa, ia mengatakan langkah itu didorong oleh kekhawatiran bahwa “AS tidak akan mampu membayar utangnya. Itu tidak masuk akal, tetapi entah bagaimana menjadi narasi yang dominan.”

Bessent secara terpisah menggambarkan buyback tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan likuiditas. Menurutnya, program itu akan memungkinkan bank dan lembaga lainnya menjual surat utang yang lebih sulit diperdagangkan sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasi dalam lelang surat utang baru.

Pengumuman pada Rabu “menunjukkan kepada kami bahwa Bessent menerima peran terbatas untuk program pembelian kembali,” tulis Kepala Ekonom Evercore ISI Krishna Guha dan rekan-rekannya dalam sebuah catatan. Ia kemungkinan “menyadari bahwa AS tidak dapat secara berkelanjutan mencegah faktor-faktor fundamental menentukan tingkat imbal hasil,” tulis tim tersebut.

Besarnya tantangan dalam upaya menahan kenaikan imbal hasil kembali terlihat pada Rabu, ketika Departemen Keuangan menjual surat utang tenor 10 tahun senilai US$39 miliar dengan imbal hasil 4,834%. Itu merupakan imbal hasil tertinggi dalam lelang sejak 2007.

Batas maksimum US$6 miliar untuk operasi pembelian kembali tidak berarti Departemen Keuangan pasti akan membeli surat utang sebesar jumlah tersebut. Namun, untuk pembelian kembali yang menargetkan surat utang nominal jangka panjang, lembaga itu cenderung membeli seluruh jumlah yang ditawarkan. Departemen Keuangan hanya dua kali tidak melakukan pembelian penuh dalam 52 operasi serupa sejak program tersebut kembali diperkenalkan pada 2024.

Menurut Zeng dari Deutsche Bank, Departemen Keuangan juga masih berpeluang membeli dalam jumlah lebih besar. Halaman tanya jawab Departemen Keuangan mengenai pembelian kembali menyebutkan bahwa "pengumuman buyback final" umumnya dirilis pada pukul 11.00 pada hari operasi berlangsung, yang secara otomatis "menggantikan pengumuman awal."

Kecemasan Imbal Hasil

Langkah Bessent memperluas program buyback jangka panjang bulan lalu mengejutkan investor karena diumumkan di luar jadwal kuartalan reguler. Hal tersebut memicu spekulasi hadirnya gaya baru manajemen utang AS yang lebih aktif (activist), berbanding terbalik dengan prinsip kementerian yang selama ini dipegang teguh, yakni "teratur dan terprediksi".

Investor dan analis memandang peningkatan buyback itu sebagai cerminan kekhawatiran pemerintahan Trump terhadap kenaikan biaya pinjaman jangka panjang menjelang pemilihan Kongres pada November. Kenaikan imbal hasil surat utang AS telah mendorong suku bunga kredit perumahan di AS ke level tertinggi dalam lebih dari setahun.

Seorang pejabat pemerintahan Trump yang dikutip Fox Business pada Rabu mengatakan Departemen Keuangan secara rutin memantau operasi pembelian kembali dan menyesuaikannya jika diperlukan untuk mendukung kelancaran fungsi pasar dan likuiditas.

Bessent menyebut rencana pembelian kembali yang diperbesar itu sebagai “Treasury twist”—merujuk pada program Operation Twist Federal Reserve yang bertujuan menurunkan biaya pinjaman jangka panjang. Mengingat pengumuman pada Rabu justru menghasilkan dampak sebaliknya, ia mungkin tergoda untuk meningkatkan nilai operasi mendatang melampaui US$6 miliar. Meski sebagian pihak memperkirakan jumlahnya mungkin tidak dapat melampaui US$10 miliar, pihak lain menilai tidak ada alasan Bessent tidak bisa terus meningkatkan nilainya.

"Bessent, baik melalui kata-kata maupun tindakannya, memberi tahu investor untuk tidak menguji keberuntungan mereka pada obligasi bertenor 30 tahun," ujar Joseph Purtell, manajer portofolio di Neuberger Berman. "Ia bisa menaikkan buyback sangat tinggi, bahkan hingga puluhan miliar dolar. Tidak ada batas atas yang jelas."

(bbn)

No more pages