Logo Bloomberg Technoz

Saham Cip Asia Menguat Ditopang AI, Konflik Timteng Bayangi Pasar

News
09 September 2026 06:20

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Saham perusahaan cip di Asia diperkirakan dibuka menguat seiring berlanjutnya minat investor terhadap tema kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, pasar secara lebih luas diperkirakan berada di bawah tekanan akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak Brent mendekati US$100 per barel.

Kontrak berjangka indeks saham Korea Selatan mengarah menguat setelah Philadelphia Semiconductor Index atau SOX naik 1,3% di New York. Sementara itu, kontrak saham Jepang mengindikasikan pelemahan pada perdagangan Rabu (9/9). Kontrak berjangka saham AS bergerak tipis setelah indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 melemah ketika perdagangan kembali dibuka usai libur nasional.


Harga minyak mentah AS naik lebih dari 1% pada awal perdagangan Rabu, sementara minyak Brent bertahan di dekat US$100 per barel setelah mencapai level tertinggi sejak akhir Juli. Kenaikan tersebut terjadi setelah serangkaian serangan kembali menghantam infrastruktur energi di Timur Tengah, termasuk serangan AS di dekat pusat ekspor utama Pulau Kharg dan kota pelabuhan Jask. Imbal hasil obligasi Treasury AS jangka pendek naik, sementara pasar uang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) bulan ini lebih dari 50%.

Dengan perang yang kini memasuki bulan ketujuh, serangan kembali terhadap infrastruktur energi berisiko mempertahankan harga minyak di level tinggi dan memperumit prospek inflasi serta suku bunga. Investor akan mencermati apakah eskalasi terbaru akan semakin mengganggu pasokan, dengan laporan inflasi konsumen AS pada Jumat mendatang menjadi ujian penting berikutnya bagi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini.

Oil Climbs on Middle East Hostilities. (Sumber: ICE)