Logo Bloomberg Technoz

Sementara, won Korea menguat dalam lima hari beruntun, setelah aliran modal asing deras masuk ke pasar saham domestik dengan naiknya indeks Kospi 1,8% menjadi 7.123,44. Data Bloomberg menunjukkan US$517,2 juta aliran modal masuk ke pasar saham Korea Selatan secara harian per 8 September. Pada hari yang sama, aliran masuk ke pasar surat utang Korea Selatan tercatat US$123,5 juta.

Dari pasar domestik, penguatan rupiah kemarin ditopang oleh aliran modal asing yang masuk ke pasar surat utang. Kemarin, yield surat utang pemerintah tenor acuan 10 tahun turun ke 7,1% dari posisi akhir pekan lalu yang berada di 7,18%.

Begitu juga dengan tenor pendek 1 tahun yang mulai kembali diburu pelaku pasar dengan penurunan yield 2,3 bps ke 6,86%, dan tenor 3 tahun turun 4,7 bps ke 6,78%. Penguatan di pasar surat utang ditopang oleh berkurangnya frekuensi lelang instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). 

Melansir data yang dihimpun Bloomberg per 4 September, aliran modal asing tercatat sebesar US$590,5 juta ke pasar surat utang pemerintah. 

Analisis Tenikal

Analisis Teknikal Rupiah Rabu 9 September 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, nilai tukar rupiah berpeluang lanjut menguat hari ini. Adapun rupiah berpotensi menguat ke resistance terdekat di level Rp17.600/US$. Resistance potensial selanjutnya bisa menembus Rp17.550/US$.

Rupiah juga memiliki level Rp17.500/US$ sebagai acuan paling optimistis hari ini.

Namun jika nilai tukar rupiah justru melemah, maka level support terdekat adalah Rp17.660/US$. Jika tertembus, maka akan mengonfirmasi support selanjutnya di level Rp17.700/US$ hingga support psikologis Rp17.800/US$.

(riset)

No more pages