Logo Bloomberg Technoz

Meski konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah membebani perekonomian Jepang yang bergantung pada impor energi, permintaan global terhadap teknologi AI membantu meredam dampaknya. Bahkan dengan tingginya biaya minyak dan bahan baku, laba perusahaan Jepang melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal lalu.

Belanja konsumen, yang menyumbang sekitar setengah dari PDB, tidak berubah dan tetap sesuai dengan laporan awal. Belanja rumah tangga tertekan oleh kenaikan biaya hidup selama bertahun-tahun, sementara inflasi diperkirakan kembali meningkat hingga awal tahun depan. Data pekan lalu menunjukkan rumah tangga memangkas pengeluaran selama delapan bulan berturut-turut pada Juli.

Belanja konsumen juga sebagian tertekan oleh faktor teknis, termasuk penerapan makan siang sekolah gratis yang mengalihkan sebagian pengeluaran dari konsumsi rumah tangga menjadi belanja pemerintah.

Perang Iran turut memperumit gambaran ekonomi Jepang. Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi mengeluarkan minyak dari cadangan nasional setelah serangan AS terhadap Iran, sehingga persediaan pemerintah memberikan kontribusi negatif yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Secara nominal, perekonomian tumbuh 1,3%, sebagian didorong oleh inflasi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pekan lalu bahwa Jepang seharusnya mengakhiri kebijakan reflasi karena era deflasi telah berakhir. Pernyataan tersebut menunjukkan pandangannya bahwa BOJ seharusnya menaikkan suku bunga acuannya.

Takaichi mengandalkan pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan penerimaan pajak yang dibutuhkan guna membiayai program belanja yang disebutnya "proaktif tetapi bertanggung jawab". Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun mencapai 3% pekan lalu, level tertinggi dalam tiga dekade, ketika investor memantau perkembangan terbaru kebijakan fiskal di tengah pelemahan pasar obligasi pemerintah global.

Perdana menteri berencana memangkas pajak penjualan atas pembelian makanan dan minuman ringan menjadi 1% selama dua tahun mulai April dengan harapan langkah tersebut meningkatkan kepercayaan konsumen untuk mendorong belanja diskresioner.

(bbn)

No more pages