Menurut Budi, penanganan dampak bencana terhadap sektor kesehatan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah menemukan dan menangani pasien yang terdampak bencana.
Kementerian Kesehatan mencatat terdapat lebih dari 900 pasien yang mengalami patah tulang atau cedera pada bagian tubuh seperti tangan, kaki, hingga kepala.
"Kita cari dengan mengirim hampir 900 relawan ke desa-desa di sana. Dan alhamdulillah dalam seminggu, dari 900 pasien tersebut sudah tertangani dan 400 harus dibawa ke rumah sakit, Bapak Presiden, untuk dilakukan operasi atau penanganan lainnya," jelasnya.
Setelah penanganan pasien selesai, pemerintah memasuki tahap kedua, yakni memulihkan layanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit yang terdampak.
Budi menyebut terdapat 165 puskesmas yang mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 puskesmas dilaporkan hancur. Selain itu, terdapat 12 rumah sakit yang mengalami kerusakan, dengan dua di antaranya dalam kondisi hancur.
Dua rumah sakit yang hancur tersebut berada di Nagekeo dan Ruteng.
(dec)































