Ini Perbedaan Abu Vulkanik dengan Debu Biasa & Cara Bersihkannya
Referensi
07 September 2026 12:26

Bloomberg Technoz, Jakarta - Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah, mulai dari Lampung, Banten, Jakarta, hingga Bandung. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko kesehatan akibat paparan material vulkanik.
Berbeda dengan debu yang biasa ditemukan dalam aktivitas sehari-hari, abu vulkanik memiliki karakteristik dan kandungan yang dapat membahayakan tubuh. Partikel berukuran sangat halus tersebut dapat terbawa udara dan masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata serta kulit.
Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, menjelaskan bahwa salah satu kandungan yang perlu diwaspadai dalam abu vulkanik adalah silika. Material tersebut memiliki karakteristik seperti serpihan kaca yang tajam sehingga dapat menimbulkan luka atau iritasi pada bagian tubuh yang terpapar.
"Abu vulkanik ini sangat berbeda jauh dengan abu ataupun debu biasa karena ini mengandung silika yang seperti serpihan kaca tajam dan bisa merusak khususnya pada organ yang terkena antara lain mata, hidung, mulut, maupun kulit," kata Dicky Budiman dikutip dari Antara.
Paparan abu vulkanik menjadi lebih berisiko ketika masyarakat melakukan aktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan yang memadai. Karena itu, apabila kondisi memungkinkan, masyarakat yang berada di wilayah terdampak disarankan tetap berada di dalam rumah.
































