Logo Bloomberg Technoz

Bisa Ganggu Kulit, Cek Cara Rawat Setelah Terpapar Abu Vulkanik

Referensi
07 September 2026 12:39

Ilustrasi Wajah Sehat (Envato)
Ilustrasi Wajah Sehat (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah. Pada Minggu (6/9), BMKG mendeteksi dua klaster sebaran abu yang mencakup Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu.

Abu vulkanik umumnya lebih dikenal karena dampaknya terhadap saluran pernapasan dan mata. Namun, paparan material vulkanik tersebut juga perlu diperhatikan karena dapat bersentuhan langsung dengan kulit.

Partikel abu vulkanik memiliki sifat abrasif yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada kulit. Risiko tersebut dapat meningkat ketika partikel yang menempel kemudian digosok, terutama dalam kondisi kulit yang sedang sensitif.


Selain bersifat abrasif, sebagian jenis abu vulkanik juga dapat memiliki senyawa asam pada permukaannya. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko iritasi apabila kulit terpapar dalam konsentrasi tinggi atau dalam waktu yang cukup lama.

Dokter spesialis dermatologi, venerologi, dan estetika, dr. Anesia Tania, Sp.DVE, FINSDV, mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menggosok abu yang menempel pada kulit.