Logo Bloomberg Technoz

8 Cara Melindungi Diri dari Bahaya Abu Vulkanik

Referensi
07 September 2026 12:24

Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur terbaru, Senin (4/11/2024) siang. (Dok: Aplikasi Magma ESDM)
Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur terbaru, Senin (4/11/2024) siang. (Dok: Aplikasi Magma ESDM)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda membuat masyarakat di wilayah terdampak maupun daerah yang berpotensi mengalami hujan abu perlu meningkatkan kewaspadaan. Paparan abu vulkanik tidak hanya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berisiko menimbulkan gangguan pada kesehatan.

Abu vulkanik merupakan material berupa partikel batuan dan mineral yang sangat halus. Ketika terbawa angin dan masuk ke udara, partikel tersebut dapat terhirup, menempel pada kulit, serta masuk ke mata.

Paparan abu dapat menyebabkan sejumlah keluhan, mulai dari batuk, tenggorokan terasa gatal, hidung berair, hingga sesak napas. Risiko tersebut perlu lebih diperhatikan pada masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.


Selain berdampak terhadap kesehatan, abu vulkanik juga dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu berbagai kegiatan di luar ruangan. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengetahui langkah yang tepat apabila hujan abu terjadi di wilayahnya.

Langkah Melindungi Diri dari Abu Vulkanik

Kondisi pascahujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat, Minggu (3/12). (Pusdalops BPBD Kabupaten Agam)

Beberapa tindakan dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan abu vulkanik selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

  1. Tetap berada di dalam ruangan