PHK tersebut menjadi pukulan bagi Perdana Menteri Andy Burnham, yang mulai menjabat di Downing Street pada musim panas ini dengan janji untuk mengindustrialisasi kembali negara tersebut dan meningkatkan peluang kerja. Menteri Bisnis Jonathan Reynolds akan bertemu dengan manajemen JLR dan serikat pekerja pada awal pekan depan, kata juru bicara pemerintah pada Sabtu.
Produsen mobil tersebut mempekerjakan sekitar 33.000 orang di seluruh Inggris dan dimiliki oleh Tata Motors Passenger Vehicles Ltd. Pendapatan perusahaan turun hampir 10% pada kuartal terakhir, sementara laba sebelum pajak anjlok 69% menjadi £109 juta (Rp2,60 triliun).
Range Rover listrik pertama perusahaan mulai dijual awal bulan ini dengan harga £154.070 (Rp3,67 miliar), menjadikannya salah satu SUV listrik termahal di pasar dan hampir £50.000 (Rp1,19 miliar) lebih mahal dibandingkan versi bermesin pembakaran JLR. Harga yang tinggi membuatnya semakin sulit bersaing dengan SUV yang lebih murah dari China dan kini membanjiri pasar Inggris.
Perusahaan juga harus menghadapi kenaikan tarif AS serta anjloknya permintaan di China. Tahun lalu, produsen mobil tersebut mengalami serangan siber yang membuat operasional globalnya terhenti total.
Lingkungan tarif yang lebih luas dan persaingan dari kendaraan listrik China tetap menjadi tantangan signifikan bagi produsen mobil Eropa lainnya. Dewan pengawas Volkswagen AG mendukung rencana restrukturisasi yang mencakup tambahan pemangkasan 50.000 pekerjaan.
(bbn)



























