Logo Bloomberg Technoz

Perangkat ini juga disebut bakal mendukung pengisian daya secara nirkabel. Untuk sektor fotografi, Xiaomi 18 Fold diprediksi membawa kamera utama dengan resolusi mencapai 200 megapiksel.

Namun, salah satu komponen yang paling menarik perhatian justru berada di balik layar, yakni kombinasi chipset Xring O3 dengan memori LPDDR6 buatan CXMT.

LPDDR6 Bawa Peningkatan Kecepatan dan Bandwidth

LPDDR atau Low Power Double Data Rate merupakan standar memori yang dirancang untuk perangkat dengan kebutuhan efisiensi daya tinggi. Teknologi ini banyak digunakan pada smartphone, tablet, dan perangkat mobile lainnya.

LPDDR6 hadir sebagai penerus LPDDR5X dengan menawarkan bandwidth yang lebih besar. Peningkatan tersebut menjadi semakin penting karena perangkat mobile saat ini semakin banyak menjalankan pemrosesan berbasis kecerdasan buatan atau AI secara langsung.

Ketika dipasangkan dengan Xring O3, memori LPDDR6 dari CXMT disebut mampu mencapai kecepatan hingga 10.667 MT/s. Sementara itu, kemampuan maksimal modul tersebut dikabarkan dapat menyentuh 12.800 MT/s.

Secara umum, standar LPDDR6 sendiri mendukung kecepatan hingga 14.400 MT/s. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan besar dibandingkan generasi memori sebelumnya.

LPDDR6 juga menggunakan interface 24-bit yang lebih lebar dibandingkan LPDDR5X. Lebarnya antarmuka tersebut memungkinkan peningkatan bandwidth memori sehingga proses pertukaran data antara memori dan chipset dapat berlangsung lebih cepat.

Dampaknya bukan hanya terlihat pada angka spesifikasi. Bandwidth yang lebih tinggi berpotensi membantu perangkat menangani berbagai pekerjaan berat secara lebih efisien, terutama ketika smartphone harus menjalankan aplikasi dengan kebutuhan komputasi tinggi.

Beberapa manfaat yang diharapkan dari peningkatan kemampuan memori tersebut antara lain:

  • Multitasking yang lebih lancar ketika menjalankan banyak aplikasi.

  • Waktu pemuatan aplikasi yang berpotensi menjadi lebih cepat.

  • Pemrosesan fitur AI pada perangkat yang lebih efisien.

  • Throughput yang lebih tinggi untuk kebutuhan grafis dan komputasi berat.

  • Pengelolaan data dalam jumlah besar yang lebih responsif.

Kebutuhan terhadap memori berkecepatan tinggi juga semakin meningkat seiring berkembangnya fitur AI pada smartphone. Model AI berukuran besar membutuhkan perpindahan data yang cepat agar dapat diproses secara optimal oleh perangkat.

Xring O3 Jadi Kunci Adopsi LPDDR6

Kehadiran LPDDR6 pada Xiaomi 18 Fold tidak berdiri sendiri. Teknologi tersebut akan dipadukan dengan Xring O3, chipset yang dikembangkan Xiaomi dan diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 3 nanometer dari TSMC.

Xring O3 baru diperkenalkan secara resmi oleh Xiaomi pada 24 Agustus 2026. Chipset tersebut disebut menjadi chip pertama yang secara resmi mendukung standar memori LPDDR6.

Pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, turut menyoroti pencapaian tersebut. Ia menyebut dukungan Xring O3 terhadap standar memori baru itu sebagai sebuah pencapaian luar biasa.

"Xring O3 milik Xiaomi jadi chip pertama yang mendukung standar memori baru ini," kata Lei Jun, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizmochina.

Kombinasi Xring O3 dan LPDDR6 dari CXMT ternyata tidak hanya dipersiapkan untuk Xiaomi 18 Fold. Xiaomi Pad 9 Pro Max juga disebut bakal menggunakan kombinasi chipset dan memori yang serupa.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa Xiaomi kemungkinan tidak hanya ingin menjadikan LPDDR6 sebagai fitur eksklusif pada satu perangkat. Teknologi memori baru ini berpotensi mulai digunakan secara lebih luas pada perangkat kelas atas Xiaomi.

Bagi CXMT, kolaborasi tersebut juga memiliki arti penting. Perusahaan asal China itu tengah bersaing dengan produsen memori besar dunia, termasuk Samsung dan SK Hynix, dalam pengembangan teknologi LPDDR6.

Menariknya, CXMT disebut berhasil mengambil langkah lebih awal melalui Xiaomi. Jika Xiaomi 18 Fold benar-benar meluncur dengan LPDDR6 dari CXMT, perusahaan tersebut akan memiliki posisi penting sebagai salah satu produsen pertama yang membawa teknologi ini ke pasar smartphone.

CXMT dikabarkan menyediakan modul LPDDR6 dengan kapasitas hingga 16 GB per chip. Sampel produknya juga telah dikirimkan kepada sejumlah klien utama untuk menjalani pengujian.

Langkah ini menjadi penting karena keberhasilan teknologi memori baru tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Stabilitas, efisiensi, kompatibilitas dengan chipset, serta kemampuan produksi massal juga menjadi faktor yang harus diperhatikan sebelum digunakan secara luas.

Persaingan LPDDR6 Mulai Memanas

Adopsi LPDDR6 oleh Xiaomi juga dapat menjadi sinyal bahwa persaingan teknologi memori smartphone bakal semakin ketat. Samsung dan SK Hynix sebagai pemain besar di industri memori juga tengah mengembangkan teknologi generasi baru tersebut.

Di sisi lain, Qualcomm disebut-sebut akan membawa dukungan LPDDR6 pada chipset flagship generasi berikutnya, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Namun, chipset tersebut kemungkinan bakal menggunakan LPDDR6 dari produsen memori lain, bukan CXMT.

Situasi ini membuat langkah Xiaomi dan CXMT menjadi cukup menarik. Xiaomi berpotensi memperoleh keunggulan sebagai salah satu produsen smartphone pertama yang menghadirkan LPDDR6, sedangkan CXMT dapat memperoleh pengalaman nyata dalam implementasi teknologi tersebut pada perangkat konsumen.

Kehadiran LPDDR6 juga berpotensi menjadi salah satu nilai jual Xiaomi 18 Fold. Pasar ponsel lipat flagship saat ini semakin kompetitif dengan kehadiran perangkat dari berbagai produsen, termasuk Samsung dan Huawei.

Dengan membawa chipset Xring O3 dan memori LPDDR6, Xiaomi tampaknya ingin menawarkan bukan hanya desain layar lipat, tetapi juga peningkatan performa yang berkaitan langsung dengan kebutuhan komputasi generasi baru.

Meski demikian, kemampuan LPDDR6 tidak serta-merta berarti seluruh aktivitas smartphone akan otomatis menjadi jauh lebih cepat. Performa akhir tetap bergantung pada kombinasi chipset, sistem operasi, penyimpanan, optimalisasi perangkat lunak, serta bagaimana aplikasi memanfaatkan bandwidth memori yang tersedia.

Jika seluruh komponen tersebut dapat bekerja secara optimal, peningkatan bandwidth LPDDR6 dapat memberikan keuntungan nyata pada aktivitas yang membutuhkan pertukaran data dalam jumlah besar.

Terlebih lagi, perkembangan AI membuat kebutuhan tersebut semakin relevan. Smartphone masa kini tidak hanya digunakan untuk menjalankan aplikasi biasa, tetapi juga mulai menangani pemrosesan AI secara langsung tanpa selalu bergantung pada layanan cloud.

Xiaomi 18 Fold yang dijadwalkan meluncur pada September 2026 karena itu berpotensi menjadi perangkat penting dalam memperkenalkan era baru memori smartphone. Kombinasi layar lipat, kamera 200 megapiksel, baterai 6.000 mAh, Xring O3, serta LPDDR6 membuat perangkat ini diperkirakan menjadi salah satu flagship Xiaomi yang paling menarik perhatian tahun ini.

Bagi Xiaomi, penggunaan LPDDR6 dapat memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan smartphone flagship. Sementara bagi CXMT, keberhasilan memasok memori untuk perangkat tersebut dapat menjadi momentum penting untuk membuktikan kemampuan teknologinya di pasar global.

Jika implementasinya berjalan sesuai yang dikabarkan, Xiaomi 18 Fold bukan sekadar menjadi penerus lini ponsel lipat Xiaomi. Perangkat ini juga dapat menjadi salah satu tonggak awal penggunaan LPDDR6 pada smartphone komersial, sekaligus membuka persaingan baru di antara produsen chipset dan memori.

(seo)

No more pages