Logo Bloomberg Technoz

"Kenaikan harga minyak telah memicu pergeseran yang lebih kuat di sektor transportasi China dibandingkan perkiraan siapa pun; penerapan dan penggunaan kendaraan listrik [EV] melaju pesat dari angka dasar yang sebelumnya sudah tinggi," ujar Lauri Myllyvirta, analis utama di CREA. "Tren ini kemungkinan besar tidak akan berbalik arah."

Upaya pemerintah untuk mengelektrifikasi perekonomian mengubah perhitungan mengenai permintaan energi. Pimpinan Sinopec, perusahaan milik negara dan penyuling minyak terbesar di China, pekan lalu mengatakan bahwa sangat mungkin konsumsi minyak negara tersebut telah mencapai puncaknya tahun lalu, yang berarti lima tahun lebih cepat dari target.

Pergeseran ini sangat signifikan. Jika penurunan emisi yang terjadi tahun lalu dapat dipertahankan, Beijing akan jauh lebih maju dari komitmennya untuk mencapai puncak emisi karbon sebelum 2030.

Khususnya, truk listrik berukuran besar (heavy-duty trucks) sedang mengalami tahun yang luar biasa, di mana tingginya harga solar mendorong lonjakan penjualan.

Jumlah total EV tumbuh sepertiga pada kuartal kedua, sementara volume pengisian daya meningkat sebesar 60%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa EV yang sudah beroperasi di jalan raya digunakan jauh lebih sering daripada sebelumnya, "di mana pengemudi mobil hibrida plug-in kemungkinan lebih memilih listrik daripada bahan bakar," kata CREA.

Pada paruh pertama tahun ini, volume minyak yang digantikan oleh penggunaan EV di China melampaui total konsumsi minyak Inggris selama enam bulan, menurut data CREA.

(bbn)

No more pages