Logo Bloomberg Technoz

Untuk perdagangan hari ini, Rabu (2/9/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut, penguatan IHSG amat ditopang saham–saham perbankan, dengan BBRI, BBCA, dan BMRI menjadi kontributor utama. Penguatan juga didukung net buy asing yang mencapai Rp1,76 triliun di pasar reguler.

“Kami memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan resistance di 6.650,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, terdorong arah teknikal, IHSG di atas MA20 di 6.416 dan mempertahankan struktur uptrend. Jika mampu breakout dan bertahan di atas 6.650, momentum penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.665–6.732.

Jauh di sisi lain, investor tengah mencermati perkembangan Amerika Serikat (AS)–Iran serta meningkatnya kembali ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish, yang dapat menjaga volatilitas nilai tukar rupiah dan pasar global.

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BMRI, ASII, dan CUAN.

Lebih lanjut, melansir Phintraco Sekuritas, kenaikan harga minyak dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, membayangi IHSG pada perdagangan pagi hari ini, Rabu (2/9/2026). 

“Harga minyak ditutup menguat hampir 5% (1/9/2026), seiring meningkatnya ketegangan politik AS-Iran,” terang Phintraco.

Sementara itu, data ekonomi menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang melambat namun secara keseluruhan tetap tangguh, sehingga probabilitas kenaikan suku bunga Fed pada September mencapai 68%. Data Job Openings menunjukkan jumlah kesempatan kerja kerja di AS pada bulan Juli tercatat sebanyak 7.27 juta dari 7.18 juta di Juni, namun lebih rendah dari estimasi pasar 7.33 juta.

Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham BBCA, BMRI, BBRI, BUMI, PTRO, dan CUAN.

CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, melemahnya Bursa Wall Street diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara naiknya harga komoditas energi dan aksi beli investor asing berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.535–6.470 dan resistance 6.665–6.730,” tulis riset CGS International.

Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham LSIP, SIMP, MEDC, BMRI, BBCA, dan BUMI.

Panin menyematkan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh tensi geopolitik yang kembali meningkat, kenaikan yield obligasi mengurangi attractiveness dari saham, serta kembali melemahnya rupiah.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip Panin Sekuritas.

Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah AMRT, MBMA, dan COIN.

(fad)

No more pages