Di bawah kepemimpinannya di Hardware Engineering, Apple mengembangkan sejumlah generasi produk baru, termasuk perangkat dalam lini AirPods, Apple Watch dan Vision Pro.
Disebutkan, dengan latar belakang itu menjadi salah satu faktor yang membuat John Ternus dipilih untuk menggantikan Tim Cook.
Dalam pengumuman pergantian CEO, Apple menyebut John Ternus memiliki pengalaman luas dalam bidang engineering dan pengembangan produk. Tim Cook juga menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan John Ternus untuk memimpin Apple.
John Ternus sendiri telah bekerja di bawah dua era kepemimpinan Apple. Ia bergabung ketika Steve Jobs masih menjadi CEO dan kemudian melanjutkan kariernya di bawah Cook.
Setelah ditunjuk sebagai CEO, John Ternus mengatakan pengalaman bekerja bersama Steve Jobs dan Tim Cook menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya di Apple.
Karir Menantang di Era AI John Ternus
John Ternus mengambil alih Apple ketika perusahaan sedang menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Di mana, Apple tengah berupaya mempercepat pengembangan teknologi AI dan mengintegrasikannya ke dalam ekosistem produknya. Selain itu, perusahaan juga membutuhkan kategori produk baru untuk mengurangi ketergantungan terhadap pertumbuhan iPhone.
Di sisi perangkat hardware, Apple memasuki periode pengembangan produk baru termasuk kemungkinan ekspansi ke kategori perangkat yang berbeda dari lini produknya saat ini. Pengalaman John Ternus di bidang hardware menjadi salah satu modal yang dibawanya ke posisi CEO. Namun, tanggungjawab tidak hanya terkait produk. John Ternus juga harus mempertahankan kinerja bisnis Apple yang telah berkembang pesat selama era Tim Cook.
Saat Tim Cook mengambil alih posisi CEO pada 2011, Apple berada pada skala bisnis yang jauh lebih kecil dibandingkan saat ia menyerahkan jabatan tersebut kepada John Ternus. Ketika itu, 24 Agustus 2011, Tim Cook diwarisi kapitalisasi pasar Apple berada pada kisaran US$347 miliar atau sekitar Rp6.140 triliun. Kini, di penghujung masa kepemimpinannya, valuasi pasar perusahaan telah mencapai sekitar US$4,6 triliun atau sekitar Rp81.400 triliun.
Tim Cook tidak sepenuhnya meninggalkan Apple. Setelah pergantian tersebut, ia menjabat sebagai executive chairman dan tetap membantu perusahaan dalam sejumlah urusan, termasuk hubungan dengan pembuat kebijakan.
(mef/wep)




























