Meskipun ia melepaskan dua tanggung jawab utamanya, Schiller tetap berada di perusahaan dengan gelar Apple Fellow dan mengatakan kepada karyawan bahwa ia akan bekerja pada inisiatif yang belum disebutkan secara spesifik, kata sumber-sumber tersebut.
Juru bicara Apple yang berbasis di Cupertino, California, menolak memberikan komentar.
Para karyawan meyakini bahwa perubahan peran Schiller merupakan langkah besar sebelum pensiun. Hal ini juga menyoroti salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Ternus sebagai CEO: Ia harus menghadapi gelombang pengunduran diri para pemimpin senior di perusahaan.
Sejumlah eksekutif kunci telah hengkang atau bersiap untuk pergi. Termasuk di antaranya adalah mantan penasihat legal Apple dan kepala divisi Pay, yang keduanya dijadwalkan akan hengkang pada Oktober, seperti dilaporkan Bloomberg News.
Chief operations yang telah lama menjabat, Jeff Williams, mantan kepala divisi perangkat hardware Dan Riccio, kepala keuangan Luca Maestri, serta kepala urusan lingkungan dan pemerintah Lisa Jackson juga telah mengundurkan diri atau beralih ke peran yang lebih kecil.
Dengan perubahan terbaru ini, Apple mengalihkan tanggung jawab atas App Store ke divisi layanan yang dipimpin Eddy Cue. Sebelumnya, ia mengawasi App Store hingga tahun 2015, saat tugas tersebut diserahkan kepada Schiller dan divisi marketing.
Cue kini mengambil peran yang lebih berpengaruh di bawah kepemimpinan Ternus, demikian dilaporkan Bloomberg.
Dalam operasional sehari-hari, App Store akan dipimpin oleh Carson Oliver, seorang kawakandi departemen tersebut yang kini melapor langsung kepada Cue. Dua tahun lalu, Schiller membagi tanggung jawab atas App Store kepada dua bawahan langsungnya, yaitu Oliver dan Ann Thai.
Oliver sudah memimpin App Store itu sendiri, sementara Thai bertanggung jawab atas berbagai tool yang berkaitan dengan distribusi aplikasi dan kerja sama dengan pasar pihak ketiga. Dalam struktur baru ini, Thai kini berada di bawah arahan Oliver. Wilayah tanggung jawab Cue kini juga mencakup layanan game Apple Arcade, dengan pemimpin tim tersebut, Alex Rofman, yang juga berada di bawah arahan Oliver.
Bagi Schiller, peran App Store belakangan ini jauh melampaui sekadar mengawasi platform yang diperkirakan menghasilkan lebih dari US$30 miliar per tahun. Dia adalah pengambil keputusan utama dalam menyetujui atau menolak aplikasi yang kontroversial serta menangani pengembang perangkat software.
Ia juga memimpin upaya penerapan kebijakan App Store baru dan tingkat pembagian pendapatan sebagai respons terhadap gugatan hukum dan regulasi baru. Selain itu, ia harus menghadapi Epic Games Inc., pembuat Fortnite, dalam persidangan berkepanjangan terkait pembelian dalam aplikasi.
Selain App Store, Schiller tetap menggawangi tim Apple event setelah meninggalkan peran marketing pada tahun 2020. Tim tersebut bertanggung jawab atas kegiatan secara global, termasuk peluncuran produk perusahaan. Kini ia menyerahkan pengawasan tersebut kepada Nola Weinstein, yang telah memimpin fungsi tersebut sebagai wakil Schiller sejak 2023.
Weinstein akan melapor kepada Kristin Huguet Quayle, VP communications & public relations. perusahaan. Divisi sebelumnya telah mengawasi fungsi acara hingga sekitar tahun 2019. Apple akan menggelar acara berikutnya pada 9 September untuk memperkenalkan iPhone lipat dan Apple Watch terbaru.
(bbn)

































