Produksi Venezuela saat ini berkisar di angka 1 juta barel per hari, atau sekitar sepertiga dari puncak produksinya pada 1990-an.
Rystad memperkirakan peningkatan produksi minyak pada awalnya akan berasal dari sumur-sumur yang sudah ada, naik dari sekitar 157.000 barel per hari pada 2027 menjadi 680.000 barel per hari pada 2030, menurut laporan pembaruan pasar yang diterbitkan Senin (31/8/2026) oleh perusahaan intelijen energi tersebut.
Lokasi-lokasi pengembangan lapangan yang sudah ada (brownfield) itu akan mencapai tingkat produksi 740.000 barel per hari pada awal hingga pertengahan 2030-an.
Eksplorasi baru di wilayah sabuk minyak Orinoco akan menghasilkan produksi yang "signifikan" mulai sekitar 2035, dengan volume produksi mencapai 840.000 barel per hari pada 2040 dan mendekati 2 juta barel per hari pada 2050, demikian prakiraan Rystad.
Dengan menggabungkan proyek yang sudah ada dan proyek baru, produksi minyak Venezuela akan meningkat menjadi 2,3 juta barel per hari pada 2035 dan melampaui 3 juta barel per hari pada 2050.
Menurut Rystad, investasi sebesar sekitar US$85 miliar akan diperlukan dalam kurun 2027 hingga 2040 untuk mewujudkan hal tersebut.
"Investor yang melirik proyek berjangka waktu puluhan tahun membutuhkan keyakinan bahwa kontrak yang ditandatangani hari ini akan dihormati oleh siapa pun yang memimpin Venezuela dalam sepuluh atau dua puluh tahun mendatang," ujar Radhika Bansal, Wakil Presiden Senior bidang minyak dan gas Amerika Latin di Rystad, dalam catatannya pada Senin.
Reaksi politik di dalam negeri—dengan kritik yang datang baik dari kalangan Chavista maupun oposisi—merupakan sinyal bahwa kelangsungan hal tersebut tidak terjamin.
(bbn)































