Di kalangan industri, muncul perdebatan mengenai apakah jadwal pengembangan yang dipersingkat berisiko merusak reputasi merek China, terutama saat mereka merambah pasar luar negeri seperti Eropa, atau justru sekadar menunjukkan keunggulan kompetitif mereka.
Regulator China kini memperketat aturan keselamatan dengan meluncurkan kampanye selama setahun yang mencakup inspeksi mendadak di pabrik-pabrik mobil. Langkah ini diambil untuk mengatasi kekhawatiran bahwa kualitas produk bisa menurun akibat pengejaran kecepatan produksi.
Pandangan mereka sejalan dengan komentar terbaru dari para eksekutif Zhejiang Geely Holding Group, Great Wall Motor Co., dan Chery Automobile Co., yang memperingatkan bahwa waktu pengembangan yang terlalu cepat pada dasarnya menjadikan konsumen sebagai kelinci percobaan untuk menguji ketahanan atau keselamatan kendaraan secara langsung di dunia nyata.
"Mobil bukanlah barang konsumsi yang perputarannya cepat (seperti makanan atau produk rumah tangga). Mobil menyangkut keselamatan jutaan keluarga dan harus mampu bertahan dalam berbagai kondisi jalan, iklim, serta kebiasaan mengemudi di seluruh dunia," ujar Li Xueyong, Wakil Presiden Chery, dalam sebuah unggahan media sosial pada 26 Agustus.
"Ada beberapa tahapan pengembangan yang tidak boleh kita potong kompas demi mengejar waktu."
Sikap lebih tegas ini merupakan bagian dari perombakan menyeluruh yang telah mencakup penerapan regulasi lebih ketat terhadap baterai, teknologi bantuan pengemudi canggih, dan gagang pintu, menyusul sejumlah kecelakaan fatal yang menyita perhatian publik. Negara tersebut sedang melaksanakan penarikan kembali (recall) kendaraan terbesar yang pernah ada; Tesla Inc. dan delapan produsen mobil lainnya dijadwalkan memperbaiki lebih dari 4,27 juta kendaraan listrik agar memenuhi persyaratan baru terkait pintu kendaraan.
Tiongkok juga mengusulkan untuk melipatgandakan jarak uji jalan wajib bagi kendaraan energi baru menjadi 30.000 kilometer (18.640 mil)—sebuah langkah untuk mengatasi kekhawatiran bahwa proses yang dipersingkat dapat menurunkan standar keselamatan dan mengikis kepercayaan publik.
Menurut dua orang yang memahami proses pengujian dan validasi di Tiongkok—yang meminta identitas mereka dirahasiakan karena tidak memiliki wewenang untuk berbicara kepada publik—produsen mobil Tiongkok selama ini berupaya memangkas waktu pengembangan kendaraan agar tetap memenuhi aturan keselamatan.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi memantau dengan cermat keluhan pelanggan di dunia maya, menurut dua eksekutif di sebuah perusahaan otomotif Tiongkok yang meminta identitas mereka dirahasiakan karena alasan serupa.
Setelah beberapa model dari produsen tersebut menuai keluhan terkait adanya cacat produk, pihak regulator menghubungi perusahaan untuk menanyakan langkah perbaikan yang diambil—bahkan sebelum perusahaan sempat menyiapkan suku cadang pengganti serta berkoordinasi dengan diler dan bengkel. Pengumuman resmi penarikan kembali kendaraan baru dikeluarkan sekitar satu bulan setelah masalah tersebut muncul.
Dalam langkah yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya, kementerian kini segera mengumumkan produsen mobil mana saja yang telah mereka periksa tak lama setelah kunjungan dilakukan. Setidaknya lima produsen mobil terkemuka diperiksa pada bulan Juli, kunjungan ke Aion—merek milik Guangzhou Automobile Group Co.—dilakukan hanya beberapa hari setelah muncul laporan mengenai kegagalan baterai pada sejumlah model setelah kendaraan menempuh jarak 150.000 kilometer. Pihak merek menyatakan akan memperbaiki atau mengganti baterai tersebut secara gratis.
Sulit untuk Melambat
Upaya peningkatan standar keselamatan ini kemungkinan akan berbenturan dengan laju industri yang sangat cepat, di mana pasar otomotif Tiongkok dibanjiri oleh ratusan peluncuran dan pembaruan model pada paruh pertama tahun ini, serta mencakup integrasi pesat kecerdasan buatan (AI) ke dalam setiap aspek rantai pasok otomotif.
"Kecepatan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari model operasional industri Tiongkok, dan konsumen mengharapkan pembaruan produk yang cepat," ujar Bill Russo, pendiri perusahaan konsultan Automobility Ltd. yang berbasis di Shanghai.
"Kampanye pemeriksaan ini dapat memaksa perusahaan untuk lebih disiplin dalam menentukan aspek mana yang bisa dipercepat prosesnya. Mereka bisa terus bergerak cepat dalam hal perangkat lunak, fitur digital, dan bidang-bidang yang dapat divalidasi secara menyeluruh melalui simulasi; namun, regulator memberikan sinyal jelas bahwa perangkat keras yang krusial bagi keselamatan serta teknologi baru memerlukan validasi yang lebih ketat sebelum sampai ke tangan konsumen," ungkapnya.
Meski pengawasan dari regulator dan pelanggan kian ketat, menurut sejumlah pihak di industri ini, proses pengembangan yang cepat dengan sendirinya belum tentu menjadi masalah. Lu Fang, pimpinan merek mewah Voyah milik Dongfeng Motor Corp., berpendapat bahwa jika sebuah mobil dikembangkan dengan cepat namun telah menyelesaikan seluruh pengujian yang diwajibkan, hal itu justru merupakan bukti efisiensi.
Di sisi lain, produsen mobil Tiongkok akan kesulitan untuk memperlambat laju mereka; penurunan angka penjualan serta kenaikan biaya bahan baku terus menekan margin keuntungan yang sudah tipis di sepanjang rantai pasok. Pada saat yang sama, konsumen terus menuntut peluncuran model baru secara berkala serta pembaruan fitur yang berkelanjutan.
"Menurut saya, meminta siapa pun untuk melambat bukanlah hal yang mungkin dilakukan. Semua pihak sedang berlomba untuk menjadi yang terdepan," ujar Li Shufu, Chairman Zhejiang Geely Holding Group, dalam wawancara dengan stasiun penyiaran negara CCTV yang ditayangkan pada 20 Juni. "Permintaan semacam itu mungkin terlalu berat. Jika Anda meminta saya untuk melambat, saya mungkin tidak akan menyetujuinya."
Memenuhi standar yang lebih ketat juga berisiko semakin memecah belah industri ini akibat tingginya biaya kepatuhan. Menurut Russo dari Automobility, perusahaan-perusahaan kecil yang selama ini sangat mengandalkan kecepatan dan peluncuran fitur secara agresif mungkin akan kesulitan mengimbangi produsen yang lebih besar, memiliki modal lebih kuat, serta sistem manajemen yang lebih matang.
Kendati demikian, menurut Xuan Qiwu, CEO IAT, produsen mobil Tiongkok akan tetap mampu mempertahankan keunggulan atas para pesaing asing berkat adopsi teknologi baru—seperti kecerdasan buatan (AI)—yang lebih luas.
Hal ini terjadi di tengah upaya keras para produsen mobil konvensional untuk mengejar ketertinggalan mereka dari para pesaing asal Tiongkok.
Pusat penelitian dan pengembangan milik penuh Volkswagen AG di Provinsi Anhui, Tiongkok, merupakan fasilitas pertama di luar Jerman yang mampu merancang dan menguji kendaraan secara mandiri sepenuhnya. Model ID.UNYX 08, sebuah SUV listrik hasil kerja sama dengan Xpeng Inc, dikembangkan dalam waktu 24 bulan dengan memanfaatkan teknologi AI dan realitas virtual untuk menyelesaikan validasi digital. Secara terpisah, Renault SA mengembangkan Twingo E-Tech di Tiongkok dalam waktu 21 bulan, sebuah rekor bagi perusahaan tersebut.
Sementara itu, Toyota Motor Corp. berupaya mempercepat siklus pergantian model yang biasanya memakan waktu tiga hingga lima tahun. Menurut sebuah film dokumenter yang dirilis oleh stasiun penyiaran Jepang NHK pada bulan Juli, langkah ini mencakup pengembangan platform otomotif baru dan kendaraan secara bersamaan, alih-alih melakukannya secara bertahap satu per satu.
AI memungkinkan penghematan waktu dalam berbagai proses—termasuk peninjauan maket desain digital untuk mengevaluasi struktur dan fungsionalitas kendaraan sebelum beralih ke tahap pembuatan model—sebuah tugas yang jika dilakukan oleh insinyur, menuntut pemeriksaan manual terhadap puluhan ribu komponen.
Selain itu, dengan Beijing kini menetapkan standar dasar keselamatan, produsen mobil harus bersaing dalam batasan-batasan tersebut.
"Meskipun AI dapat membantu produsen mobil bekerja secepat dan seakurat mungkin serta mengurangi kesalahan desain, ada standar dasar—seperti uji coba jalan sejauh 30.000 atau 50.000 kilometer—yang tidak dapat dan tidak boleh digantikan," ujar Yale Zhang, direktur pelaksana perusahaan konsultan Automotive Foresight yang berbasis di Shanghai.
(bbn)

































