Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Melemah, Dibayangi Sinyal Hawkish dan Data Ekonomi

Tim Riset Bloomberg Technoz
31 August 2026 09:19

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Senin (31/8/2026) dengan pelemahan 0,12% ke posisi Rp17.730/US$, di tengah perubahan sentimen eksternal terkait potensi sinyal hawkish yang mulai dikirim The Fed melalui Pidato Ketua Kevin Warsh dalam agenda Simposium Ekonomi Jackson Hole. 

Selain nada hawkish The Fed, harga minyak mentah Brent yang kembali naik menjadi US$90,3/barel turut menekan laju sebagian mata uang di kawasan Asia. 

Baht Thailand melemah paling tajam 0,63%, disusul rupiah, yang kembali tergerus 0,31% pada 09.04 WIB, begitu juga dolar Taiwan ikut melemah lebih terbatas 0,12%, dan won Korea Selatan 0,03%. 


Sementara, yen Jepang berbalik arah dan mampu mempertahankan penguatan pagi ini sebesar 0,16%, disusul yuan China, yuan offshore, dolar Singapura. 

Pergerakan rupiah dan mata uang Asia pada Senin (31/8/2026). (Bloomberg)

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati angka inflasi dan data-data perdagangan yang akan rilis pada esok hari (1/9/2026).