Bukan BLU, Harga DMO Dinilai Jadi Solusi Isu Batu Bara Pembangkit
Azura Yumna Ramadani Purnama
31 August 2026 09:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Rencana penugasan badan layanan umum (BLU) sektor energi menjadi pemasok batu bara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dinilai belum tentu mengatasi permasalahan kekurangan pasokan batu bara yang kerap dialami PT PLN (Persero) dan swasta alias independent power producer (IPP).
Direktur Indef GTI Imaduddin Abdullah berpendapat permasalahan utama yang dinilai kerap membuat pasokan batu bara ke pembangkit terkendala adalah harga wajib pasok domestik atau domestic market obligation (DMO) yang dibatasi di level US$70/ton sejak 2018.
Walhasil, harga batu bara DMO dengan harga batu bara di pasar masih memiliki disparitas yang sangat lebar.
Sebagai contoh, harga batu bara acuan (HBA) pada Mei 2026 adalah sekitar US$126/ton, sementara harga batu bara DMO tetap US$70/ton sejak 2018.
Untuk itu, permasalahan pasokan batu bara di pembangkit listrik PLN dan swasta belum tentu dapat teratasi dengan ditugaskannya BLU sektor energi untuk memasok komoditas energi ke pembangkit.































