Logo Bloomberg Technoz

Epidemiolog Ungkap Efek Polusi dan Cara Mitigasinya

Dinda Decembria
31 August 2026 09:10

10 Wilayah Kerja Migas RI Terimbas Karhutla, Produksi Masih Jalan (Bloomberg Technoz/Asfahan)
10 Wilayah Kerja Migas RI Terimbas Karhutla, Produksi Masih Jalan (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Epidemiolog dan ahli kesehatan lingkungan Dicky Budiman mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak paparan polusi udara, khususnya Particulate Matter (PM) 2.5, yang dapat menembus bagian terdalam paru-paru hingga masuk ke aliran darah.

Dicky menjelaskan, PM2.5 merupakan partikulat berukuran kurang dari 2,5 mikron sehingga mampu melewati pertahanan saluran pernapasan atas dan mencapai alveolus atau bagian terdalam paru-paru.

"PM2.5 bisa menembus bagian terdalam paru-paru, bahkan diserap ke aliran darah dan diangkut ke bagian tubuh lain. Sehingga dampaknya tidak terbatas pada paru-paru saja," kata Dicky dalam keterangannya, Senin (31/08/2026).


Selain sistem pernapasan, menurut dia, paparan PM2.5 dapat berdampak pada berbagai sistem tubuh, kardiovaskular, neurologis, hingga sistem reproduksi.

Pada sistem pernapasan, paparan PM2.5 dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), bronkitis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan pneumonia. Paparan polusi juga dapat memperburuk kondisi pneumonia, terutama pada anak.