Saham BWPT menyentuh rekor tertinggi pada April 2021 yaitu Rp1.438. Jadi dari posisi puncak tersebut, saham BWPT sudah ambles nyaris 93%.
Posisi terendah harga saham BWPT adalah Rp50 yang tercipta pada Januari 2024.
Sengketa dengan Malaysia
Eagle High Plantations mulai dirintis sejak 2000 dan mulai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2009. Awalnya dikenal sebagai PT Bumi Perdana Prima Internasional, perusahaan ini diakuisisi oleh Green Eagle Group pada 2014 dan berganti nama menjadi seperti sekarang.
BWPT merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Perseroan bergerak dalam kegiatan pengembangan, budi daya, dan pemanenan Tandan Buah Segar (TBS), serta mengolahnya menjadi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan inti sawit (palm kernel).
Hingga siang hari ini, berdasarkan data Bloomberg, PT Rajawali Corp menjadi pemegang terbesar dengan menggenggam 11.886.121.516 saham BWPT, atau sejumlah 37,7% dari total saham beredar. Kemudian disusul oleh FIC Properties Sdn. Bhd. dengan 11.664.357.670 saham, atau 37%.
Diketahui, jumlah tersebut terjadi setelah FIC Properties Sdn Bhd (FIC Properties), anak usaha Felda, membeli 37% saham BWPT pada Desember 2016 dari PT Rajawali Capital International (RCI) dengan nilai US$505,4 juta atau RM2,3 miliar.
Nilai transaksi tersebut dinilai terlalu tinggi dibanding nilai pasar saham BWPT. Dalam dokumen pemerintah Malaysia, harga pembelian tersebut tercatat mencapai US$505,4 juta atau US$0,043 per saham, jauh di atas nilai yang diberikan oleh dua penilai independen yang masing-masing sekitar US$264 juta dan US$404 juta.
Bahkan harga pembelian disebut 95,86% lebih tinggi dibanding harga pasar BWPT pada hari transaksi terjadi.
Dalam Felda White Paper, investasi tersebut kemudian mengalami penurunan nilai yang signifikan dan tercatat mengalami impairment sekitar RM1,58 miliar atau 71% dari nilai investasi awal.
Untuk melindungi investasinya, FICP sebenarnya memiliki hak put option dalam perjanjian pembelian saham. Hak tersebut memungkinkan Felda meminta pihak Rajawali membeli kembali 37% saham Eagle High pada harga investasi awal sebesar US$505,4 juta ditambah bunga 6% per tahun.
FICP kemudian mengeksekusi put option tersebut pada 11 Mei 2022. Berdasarkan ketentuan, RCI wajib membeli kembali dengan harga investasi awal ditambah bunga 6% per tahun sejak 11 Mei 2017 hingga pembayaran penuh.
Namun, upaya Felda untuk mendapatkan kembali investasinya tidak berjalan mulus.
(fad/aji)































