Logo Bloomberg Technoz

Mengutip Bloomberg News, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan upayanya untuk membuka kembali jalur diplomasi dengan AS dan menyebut itu bukan hal yang mustahil. Namun akan sangat bergantung kepada kesediaan Washington memahami satu hal sederhana: tekanan tidak akan berhasil.

Melalui pernyataan di X, Araghchi juga mendesak AS untuk membangun kembali kepercayaan, mengedepankan sikap saling menghormati, mengakui hak-hak Iran, serta memenuhi komitmen yang telah disepakati.

Di sisi lain, sentimen eksternal yang berpotensi memengaruhi gerak rupiah pekan depan adalah kenaikan yield US Treasury, terutama tenor pendek, juga berpotensi memberi insentif bagi investor untuk menahan aset berbasis dolar AS. 

Pelaku pasar juga mencermati pidato Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole yang diperkirakan sebagian pihak akan bernada hawkish. Pidato Warsh diperkirakan menjadi ujian penting bagi gaya komunikasinya yang lebih berhati-hati.

Pidato tersebut berlangsung pada periode yang sensitif, ketika imbal hasil obligasi jangka panjang melonjak, antara lain karena muncul keraguan mengenai komitmen Warsh untuk mengendalikan inflasi. Kondisi itu bahkan mendorong Departemen Keuangan AS melakukan intervensi di pasar obligasi.

“Pesan yang tegas mengenai inflasi, kredibilitas fiskal, atau perlunya mempertahankan kebijakan moneter yang restriktif cenderung mendorong kenaikan imbal hasil riil maupun nominal obligasi jangka panjang, memperkuat dolar, dan menekan aset global yang sensitif terhadap durasi,” kata Ulrich Urbahn dari Berenberg, seperti dikutip Bloomberg News

Dari dalam negeri, sentimen pelaku pasar cenderung netral usai demonstrasi yang terjadi kemarin. Hal ini juga tergambar dari sentimen bullish yang mewarnai pasar surat utang dengan terpangkasnya yield di sebagian besar tenor. 

Yield turun cukup signifikan di tenor 5 hingga 10 tahun, dengan yield tenor acuan 10 tahun menjadi yang paling agresif turun, sebesar 6,9 bps ke 7,02%. Yield 6 tahun juga turun 5,6 bps, sementara 5 tahun turun 5 bps. 

Sebagai catatan, rupiah menguat terbatas 0,01% sepanjang pekan ini. Namun, penguatan rupiah jika ditarik ke belakang menjadi 1,74% sepanjang Agustus. Sedangkan sepanjang kuartal ini, rupiah menguat 1,07%. 

(dsp/aji)

No more pages