Berdasarkan tema, anggaran pendidikan dipatok mencapai Rp820,9 triliun atau melonjak dibanding proyeksi belanja pada 2926 yang hanya Rp720,8 triliun. Kemudian, anggaran perlindungan sosial sebesar Rp549,9 triliun, dari semula Rp500 triliun.
Selanjutnya, anggaran kesehatan ditargetkan sebesar Rp244,9 triliun dari Rp240,8 triliun. Terakhir, anggaran ketahanan pangan dialokasikan Rp195,3 triliun dari semula Rp190,9 triliun.
Purbaya menyebutkan kebijakan belanja pemerintah pusat difokuskan mendukung pencapaian target PKPN 2027, optimalisasi belanja untuk mendukung kebijakan pemerintah, mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas layanan publik, kualitas sumber daya manusia, serta menjaga daya beli masyarakat.
Selain itu, anggaran pemerintah pusat juga akan digunakan untuk mendorong pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung pencapaian prioritas nasional, serta mengakselerasi penurunan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta penguatan program graduasi kemiskinan.
Kemudian, manajamkan akurasi data penerima subsidi dan bansos agar lebih tepat sasaran. Terakhir, memperkuat kapabilitas riset nasional untuk mendukung pencapaian hilirisasi dan industrialisasi.
(lav)





























