Logo Bloomberg Technoz

Sinergi tersebut, lanjut Aida, juga mencakup penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan global bond karena akan berdampak terhadap likuiditas valuta asing maupun likuiditas rupiah.

Menurut Aida, kebijakan fiskal dan moneter tidak harus selalu berjalan dalam arah yang sama. Pada kondisi tertentu, kebijakan fiskal dapat melakukan konsolidasi sementara kebijakan moneter melakukan ekspansi.

Namun, keduanya harus memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga stabilitas sekaligus mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Aida menilai pembangunan persepsi positif terhadap kebijakan ekonomi juga menjadi bagian penting dalam sinergi antarlembaga. Menurutnya, pemahaman pelaku pasar terhadap kebijakan yang ditempuh Indonesia dapat meningkatkan kepercayaan dan mendorong aliran modal masuk.

“Bila pasar, pelaku ekonomi memahami apa yang dilakukan oleh Indonesia seperti yang kita laksanakan sekarang, maka mereka akan meminjamkan kepercayaan tersebut dengan mengalirkan modal dan kemudian ini menjadi modal kita untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Tujuh Program Penajaman

Adapun tujuh program kerja lainnya, menurut Aida, merupakan bentuk penguatan dari kebijakan yang telah berjalan.

Yang pertama, adalah kalibrasi bauran kebijakan BI, menurut Aida meski saat ini bauran kebijakan sudah baik, namun dalam tiga bulan terakhir BI akan berusaha untuk mengurangi trade-off antar kebijakan dengan tujuan menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mempertahankan stabilitas. 

Yang Kedua adalah reformasi data sesuai arsitektur data global. Aida mengatakan tren global saat ini mengarah pada perbaikan kodifikasi data agar dapat digunakan untuk analisis yang lebih digital. Menurutnya, hal tersebut penting untuk mendukung fungsi surveillance BI, termasuk untuk mengetahui optimalisasi penerimaan devisa dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar.

Ketiga kebjakan memperluas sumber pembiayaan. Aida menilai sumber pembiayaan saat ini sudah banyak berasal dari perbankan, tetapi perlu diperluas ke sumber lainnya melalui pendalaman pasar uang dan penggunaan instrumen-instrumen pasar uang baru sebagai underlying operasi moneter BI.

Keempat Kebijakan Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA) dan diversifikas mata uang Aida mengatakan sekitar 80%-90% transaksi masih menggunakan dolar AS. Menurutnya, upaya penggunaan mata uang lokal bukan berarti melakukan dedolarisasi, melainkan mendorong penggunaan local currency dalam transaksi.

“Sudah ada enam negara kita sekarang punya kerja sama, dan ini tentunya akan meningkatkan volume pasar keuangan kita dan nanti kemudian kepada harga,” katanya.

Kelima kebijakan sistem pembayaran yang inovatif, Aida mengatakan penguatan sistem pembayaran perlu terus dilanjutkan, termasuk melalui kajian mengenai cross-border payment.

Keenam pengembangan UMKM menuju ekosistem terintegrasi. Menurut Aida, UMKM tidak hanya perlu berdiri sendiri, tetapi juga didorong untuk masuk ke dalam rantai nilai produksi, termasuk memiliki kemampuan untuk melakukan ekspor dan terhubung dengan kegiatan hilirisasi.

Terakhir mengenai kebijakan kelembagaan, Aida menyoroti dua hal utama, yakni peningkatan business process re-engineering agar proses di BI lebih efisien dan dapat terdigitalisasi dengan baik, serta penguatan sumber daya manusia (SDM).

(ell)

No more pages