Logo Bloomberg Technoz

Bulan ini, impor minyak mentah Rusia diperkirakan turun menjadi sekitar 2 juta barel per hari, turun dari level tertinggi sekitar 2,8 juta barel pada Juli, menurut Sumit Ritolia, manajer senior bidang pemodelan di perusahaan analitik Kpler.

Penurunan ini mencerminkan “beberapa normalisasi setelah pembelian minyak mentah yang sangat kuat dalam beberapa bulan terakhir, berkurangnya ketersediaan ekspor Rusia, dan meningkatnya persaingan dari China,” serta kegiatan pemeliharaan kilang, kata Ritolia.

Arus pasokan dari Rusia ke India kini diperkirakan akan kembali normal di atas level 2 juta barel per hari dalam beberapa bulan mendatang, tambahnya.

Indian Oil Corp (IOC), perusahaan kilang terbesar di India, baru-baru ini membuka tender untuk pasokan dari wilayah sejauh Amerika—langkah yang jarang dilakukan—serta tender lain yang terutama mencari minyak mentah dari Teluk Persia.

Perusahaan sejenis di industri ini, Hindustan Petroleum Corp dan Mangalore Refinery & Petrochemicals Ltd, juga melakukan pembelian mendadak minyak mentah non-Rusia pada pekan ini. IOC, HPCL, dan MRPL belum segera menanggapi permintaan komentar.

Serangkaian serangan Ukraina terhadap kilang-kilang dan pelabuhan-pelabuhan Rusia di Laut Hitam telah memicu kelangkaan bahan bakar di dalam negeri sekaligus menghalangi Moskwa mengalihkan pasokan minyak mentah ke pasar ekspor.

Data pergerakan kapal tanker yang dihimpun Bloomberg menunjukkan bahwa selama empat minggu terakhir, volume pengiriman ke luar negeri turun menjadi sekitar 3,5 juta barel per hari, dari angka tertinggi yang melampaui 4 juta barel per hari pada Juli.

Menurut Ritolia dari Kpler, India juga bersaing dengan China untuk mendapatkan pasokan minyak dengan harga diskon. Kargo minyak jenis Sokol yang dijadwalkan dimuat pada Oktober—yang dikirim dari wilayah timur Rusia—telah dibeli jauh lebih awal dari biasanya; hal ini mengindikasikan permintaan jangka panjang akan lebih kuat serta meningkatnya minat terhadap jenis minyak yang tersedia, tambahnya.

India dan China biasanya tidak saling bersaing untuk mendapatkan jenis minyak dari Rusia bagian barat dan timur. Namun, pasar yang semakin ketat mungkin mengubah situasi tersebut.

(bbn)

No more pages