Laba Sinopec China Naik 12% Berkat Lonjakan Harga Energi
News
23 August 2026 20:30

Bloomberg News
Bloomberg, Perusahaan penyulingan minyak terbesar di China mencatat kenaikan laba semester pertama sebesar 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, lonjakan harga energi global telah menguntungkan pendapatan sektor hulu meski di sisi lain menekan penjualan bahan bakar.
Dalam laporan resmi kepada bursa pada Minggu, Sinopec menyatakan laba bersih awal perusahaan mencapai 26,6 miliar yuan untuk periode enam bulan yang berakhir pada Juni. Perusahaan yang secara resmi bernama China Petroleum & Chemical Corp ini mencatatkan laba sebesar 23,8 miliar yuan pada semester pertama tahun lalu.
Harga minyak mentah Brent rata-rata sekitar US$87 per barel dari Januari hingga Juni, dibandingkan dengan sekitar US$71 pada periode yang sama pada tahun 2025.
Harga sempat menyentuh level tertinggi dalam empat tahun di atas US$126 pada akhir April, dua bulan setelah AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran. Harga tetap fluktuatif karena konflik yang kini memasuki bulan keenam tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.






























