Logo Bloomberg Technoz

Pelaku pasar sepertinya kini memiliki semacam jaminan psikologis bahwa pemerintah AS tidak akan membiarkan yield US Treasury tenor panjang melonjak tanpa intervensi.

Meski program buyback relatif kecil, senilai US$14 miliar, dibandingkan total utang AS yang sebesar US$40 triliun, tetapi paling tidak secara psikologis langkah ini memberi kepastian. Investor kini melihat bahwa jika tekanan jual obligasi AS kembali membesar, maka pemerintah AS berpotensi masuk sebagai pembeli. 

Turunnya yield US Treasury membawa berkah bagi pasar obligasi di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Investor global tercatat melakukan pembelian bersih surat utang domestik sebesar US$656,7 juta pada 20 Agustus, dan menjadi level tertinggi sejak Juli 2019.

Begitu juga di pasar saham, investor masih mencatat pembelian saham domestik senilai US$55,2 juta pada 21 Agustus. 

(riset/aji)

No more pages