Logo Bloomberg Technoz

Untuk orang dewasa usia 18 sampai 29 tahun, pemeriksaan CKG mencakup sejumlah aspek dasar. Di antaranya adalah tekanan darah, gula darah, status gizi, gigi dan mulut, mata, telinga, kesehatan jiwa, kebiasaan merokok, skrining tuberkulosis, serta kebugaran.

Kelompok usia tersebut juga dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan hati, termasuk hepatitis B dan hepatitis C untuk kelompok yang mempunyai faktor risiko. Pemeriksaan tertentu juga tersedia bagi calon pengantin sesuai ketentuan program.

Memasuki usia 30 tahun ke atas, pemeriksaan menjadi lebih luas. Untuk perempuan berusia 30 sampai 69 tahun, CKG juga mencakup deteksi kanker payudara dan kanker leher rahim sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara masyarakat berusia 40 tahun ke atas mendapatkan penilaian tambahan terkait risiko penyakit tidak menular. Pemeriksaan tersebut mencakup risiko stroke, penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK, serta penyakit ginjal.

Untuk kelompok tertentu, tersedia pula skrining kanker paru dan kanker usus besar sesuai kriteria usia dan jenis kelamin. Ketentuan pemeriksaan dapat berbeda berdasarkan kondisi peserta dan layanan yang tersedia di fasilitas kesehatan.

Pada anak-anak, pemeriksaan CKG juga disesuaikan dengan tahap pertumbuhan. Balita dan anak prasekolah dapat memperoleh pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan, pendengaran, penglihatan, gigi, tuberkulosis, serta deteksi kondisi tertentu sesuai usia.

Anak usia 7 sampai 17 tahun mendapatkan CKG melalui program CKG Sekolah. Pemeriksaan dilakukan di sekolah sesuai jadwal kunjungan Puskesmas pada tahun ajaran baru. Orang tua atau wali dapat membantu melengkapi data dan pendaftaran anak melalui SATUSEHAT Mobile.

Untuk masyarakat berusia 60 tahun ke atas, CKG juga menyediakan pemeriksaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan kesehatan lansia. Salah satunya adalah tambahan skrining yang berkaitan dengan kondisi geriatri.

Dengan pembagian tersebut, CKG tidak sekadar memberikan pemeriksaan yang sama kepada seluruh masyarakat. Program dirancang agar jenis skrining dapat menyesuaikan risiko dan kebutuhan kesehatan pada setiap tahap usia.

Cara Daftar CKG di Puskesmas

Masyarakat yang ingin mengikuti CKG umum dapat melakukan pendaftaran melalui beberapa jalur. Salah satu cara yang tersedia adalah menggunakan aplikasi SATUSEHAT Mobile untuk memilih jadwal dan lokasi pemeriksaan.

Melalui SATUSEHAT Mobile, pengguna dapat masuk ke aplikasi kemudian memilih fitur Cek Kesehatan Gratis. Setelah data diri dilengkapi, peserta dapat menentukan jadwal pemeriksaan dan memilih Puskesmas tujuan sesuai ketersediaan layanan.

Setelah data diperiksa kembali, peserta akan mendapatkan tiket pemeriksaan. Sebelum datang ke Puskesmas, peserta juga perlu mengisi skrining kesehatan yang tersedia pada tiket tersebut.

Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui WhatsApp Chatbot resmi Kementerian Kesehatan. Nomor yang tercantum pada layanan resmi Kemenkes adalah 0811 10 500 567. Peserta dapat mengikuti petunjuk yang diberikan untuk memperoleh tiket CKG.

Alternatif lainnya adalah datang langsung ke Puskesmas dengan membawa identitas seperti KTP atau KK. Masyarakat juga dapat menggunakan layanan pendaftaran CKG melalui laman resmi yang disediakan Kemenkes apabila mengalami kendala dengan aplikasi.

Perlu diketahui, aturan CKG pada 2026 telah mengalami pembaruan. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/84/2026 tentang Petunjuk Teknis Cek Kesehatan Gratis ditetapkan pada 9 Februari 2026 dan berstatus berlaku.

Salah satu perubahan penting adalah masyarakat tidak harus menunggu tanggal ulang tahun untuk mengikuti CKG. Berdasarkan informasi resmi SATUSEHAT yang diperbarui pada Mei 2026, pemeriksaan dapat dilakukan kapan saja pada jadwal layanan yang tersedia dengan ketentuan maksimal satu kali dalam setahun.

CKG 2026 Tidak Berhenti pada Skrining

Pelaksanaan CKG pada 2026 memiliki penekanan berbeda dibandingkan sekadar pemeriksaan awal. Kementerian Kesehatan memfokuskan program pada tindak lanjut dan penanganan hasil pemeriksaan apabila ditemukan masalah kesehatan.

Kemenkes menyatakan fokus tindak lanjut pada 2026 mencakup tiga faktor risiko penyakit tidak menular, yakni hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Ketiganya berkaitan dengan risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menegaskan bahwa program CKG tidak berhenti pada skrining, tetapi dilanjutkan dengan pencegahan dan penanganan yang terintegrasi secara gratis.

Pemerintah juga menyatakan adanya pengobatan gratis selama 15 hari pertama bagi masyarakat yang terdeteksi mempunyai masalah kesehatan melalui CKG, sesuai ketentuan dan indikasi medis. Setelah itu, penanganan dapat dilanjutkan melalui mekanisme Jaminan Kesehatan Nasional.

Hasil pemeriksaan sendiri dapat dilihat melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile pada fitur Hasil Cek Kesehatan Gratis atau Rapor Kesehatan. Jika diperlukan, peserta dapat memperoleh pelayanan kesehatan lanjutan di fasilitas kesehatan rujukan sesuai ketentuan BPJS Kesehatan.

Apa Saja yang Diperiksa Gratis?

Secara umum, pemeriksaan dalam CKG dapat mencakup tekanan darah, gula darah, status gizi, berat dan tinggi badan, indeks massa tubuh, mata, telinga, gigi dan mulut, kesehatan jiwa, serta skrining tuberkulosis.

Pemeriksaan juga dapat mencakup kebiasaan merokok, fungsi ginjal, kesehatan hati, risiko penyakit jantung dan stroke, serta skrining kanker tertentu berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin.

Namun, daftar pemeriksaan yang diterima seseorang tetap bergantung pada kelompok umur, kondisi atau faktor risiko, serta ketersediaan layanan di Puskesmas. Karena itu, peserta tidak selalu memperoleh seluruh jenis pemeriksaan dalam satu kunjungan.

Bagi masyarakat yang berusia lebih dari 40 tahun, Kemenkes menganjurkan untuk berpuasa selama 8 sampai 10 jam sebelum pemeriksaan. Hal tersebut berkaitan dengan jenis pemeriksaan tertentu yang membutuhkan kondisi puasa.

Dengan adanya CKG, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan tanpa harus menunggu munculnya keluhan. Deteksi lebih awal dapat membantu menemukan faktor risiko atau masalah kesehatan yang kemudian dapat ditindaklanjuti.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan program ini dapat memilih jadwal melalui SATUSEHAT Mobile, menggunakan layanan WhatsApp resmi Kemenkes, atau datang langsung ke Puskesmas dengan membawa identitas.

Program CKG dapat dimanfaatkan maksimal satu kali dalam setahun sesuai ketentuan. Karena layanan diberikan berdasarkan jadwal dan ketersediaan fasilitas kesehatan, peserta sebaiknya melakukan pendaftaran terlebih dahulu agar pemeriksaan dapat berlangsung lebih teratur.

Pada akhirnya, Cek Kesehatan Gratis bukan hanya kesempatan untuk mengetahui angka tekanan darah atau gula darah. Program ini mencakup berbagai pemeriksaan sesuai kelompok usia dan pada 2026 semakin diarahkan agar hasil skrining benar-benar ditindaklanjuti.

Bagi masyarakat yang belum memanfaatkan layanan tersebut, CKG di Puskesmas dapat menjadi salah satu pilihan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala tanpa biaya untuk layanan yang termasuk dalam paket program.

(seo)

No more pages