Sementara itu, pembayaran Rp2 miliar kepada GMUM merupakan sebagian dari utang pemegang saham Swayasa. Per 28 Februari 2026, utang pemegang saham jangka panjang kepada GMUM tercatat Rp8,27 miliar. Utang tersebut berasal dari perjanjian kerja sama pendanaan dan bagi hasil proyek akselerasi GeNose C19.
Pinjaman tersebut digunakan untuk modal produksi GeNose pada 2021. Dalam rencana penggunaan dana IPO, pembayaran Rp2 miliar kepada GMUM memiliki tingkat bunga sesuai perjanjian GMUM dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar 9,10% per tahun dan jatuh tempo pada 30 Desember 2030.
Di luar pembayaran utang, dana IPO juga dialokasikan untuk modal kerja dan belanja modal. Sekitar Rp15,8 miliar akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk untuk pembelian bahan baku elektromedis dan non-elektromedis serta pengembangan portofolio produk.
Pengembangan produk tersebut mencakup stent jantung, External Ventricular Drain (EVD), dan ventilator neonatal. Penggunaan dana antara lain mencakup pembelian bahan baku, proses produksi, sterilisasi, pengujian, serta pengurusan perizinan dan sertifikasi.
"Untuk produk EVD, dana digunakan antara lain untuk pembelian mould injection, bahan baku dan bahan kemas, produksi, sterilisasi, pengujian serta proses perizinan dan sertifikasi. Sementara pengembangan ventilator neonatal mencakup pembelian bahan baku, produksi, berbagai pengujian, serta penyusunan dokumen perizinan dan sertifikasi," demikian dikutip dari prospektus perseroan pada Senin (24/8/2026).
Selain modal kerja, sekitar Rp12,2 miliar dialokasikan untuk belanja modal. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung, pengadaan aset di dalam gedung, serta pembelian kendaraan operasional.
Kemudian sebesar Rp10,7 miliar dari belanja modal digunakan untuk pembangunan gedung baru. Gedung tersebut akan difungsikan sebagai pusat distribusi dan kantor manajemen, sehingga fungsi distribusi dan administrasi dapat dipisahkan dari fasilitas produksi.
"Gedung yang akan dibangun akan difungsikan sebagai pusat distribusi (distribution center) dan kantor manajemen, sehingga aktivitas distribusi dan fungsi administrasi/manajemen dapat dipisahkan dari fasilitas produksi," lanjut prospektus.




























