Ruang CNG & Kompor Listrik Terbatas Buat Tekan Subsidi Energi
Azura Yumna Ramadani Purnama
21 August 2026 21:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sebagian ekonom menilai program compressed natural gas (CNG) tabung 3 kilogram dan konversi kompor listrik masih terbatas untuk meredam kenaikan belanja subsidi energi.
Adapun, alokasi anggaran subsidi gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) 3 Kg dalam RAPBN 2027 naik 26,22% menjadi Rp114,1 triliun dari outlook APBN 2026 sebesar Rp90,4 triliun.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet mencatat pemanfaatan CNG 3 kg tidak tercantum dalam Nota Keuangan RAPBN 2027, sementara kompor listrik memang disebut sebagai program prioritas—tetapi belum disertai target unit maupun alokasi anggaran yang jelas.
Oleh sebab itu, dia menilai tugas reformasi subsidi LPG 3 Kg dalam RAPBN 2027 justru berada pada rencana mengevaluasi harga jual eceran (HJE) dan perbaikan distribusi Gas Melon.
“Evaluasi HJE memang disebut sebagai arah kebijakan, tetapi belum tercermin sebagai penghematan dalam anggaran. Secara fiskal, pemerintah masih mengasumsikan beban subsidi LPG tetap tinggi,” kata Yusuf ketika dihubungi, Jumat (21/8/2026).
































