Logo Bloomberg Technoz

Kasus ISPA Melonjak 2 Kali Lipat, Jabar Catat Kasus Tertinggi

Dinda Decembria
21 August 2026 06:15

Pemeriksaan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Cilincing, Jakarta, Rabu (23/8/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pemeriksaan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Cilincing, Jakarta, Rabu (23/8/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat tren kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada 2026 secara umum lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan kasus terlihat terutama saat memasuki musim kemarau.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan memasuki awal musim kemarau pada minggu ke-27 hingga minggu ke-31 2026, kasus ISPA menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada 2025.

"Kasus ISPA menunjukkan tren peningkatan kasus hingga 400 ribu kasus per minggu bila dibanding dengan kasus tahun 2025," kata Aji saat dihubungi Bloomberg Technoz.


Menurut Aji, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada minggu ke-32 hingga minggu ke-44. Pada periode tersebut, pola kasus ISPA pada 2025 juga menunjukkan tren yang relatif tinggi dan konsisten.

"Kalau lihat trennya, salah satu faktor utama adalah masuknya musim kemarau," ujarnya.