Logo Bloomberg Technoz

"Masih menghitung kapasitas fiskal, teman-teman. Kurang lebih niatnya akan seperti itu," ujar Susiwijono saat ditemui di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Menurut Susiwijono, pemerintah tetap perlu mempertimbangkan kemampuan fiskal karena terdapat sejumlah prioritas lain yang juga harus dipenuhi. Meski demikian, pemerintah menilai insentif untuk motor listrik penting untuk mendorong pertumbuhan industri.

"Cuma sekali lagi, harus dihitung. Jangan sampai kemampuan fiskal kita. Kita tahu ini penting, tapi kita juga harus mempertimbangkan banyak hal prioritas yang lain. Tetapi tetap akan kita perjuangkan," katanya.

Dia mengatakan pembahasan mengenai insentif motor listrik masih berlangsung bersama Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Pemerintah belum memastikan kapan keputusan final mengenai skema tersebut akan diumumkan.

"Belum. Masih akan dilihat. Tadi sudah ditanya teman-teman, sudah dijelaskan juga. Ini masih dalam proses," ujar Susiwijono.

Sementara itu, Atong sebelumnya mengatakan pengembangan Molinas diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan produk motor listrik, tetapi juga membangun ekosistem industri di dalam negeri. Pemerintah mendorong keterlibatan sejumlah mitra serta peningkatan TKDN dalam pengembangan program tersebut.

Atong menyebut terdapat komitmen 10 mitra untuk memenuhi TKDN sebesar 60% pada 2028. Pengembangan tersebut juga mencakup kemampuan desain, engineering, manufaktur, teknologi, hingga rantai pasok dalam negeri.

(ain)

No more pages