Juru bicara Adnoc menolak memberikan komentar.
Murban, jenis minyak utama Uni Emirat Arab sekaligus barometer utama bagi pembeli di Asia, kini di level tertinggi sejak April; pekan ini, harganya naik hingga mencatatkan premi hampir US$7 per barel di atas harga kontrak berjangka Brent.
Padahal, pada awal Agustus, minyak ini sempat diperdagangkan dengan harga lebih rendah (diskon) dibandingkan harga acuan tersebut.
Pada Maret lalu, tak lama setelah perang di Iran dimulai, Adnoc menyatakan dalam pemberitahuan daring rutin mengenai rencana ekspor bahwa mereka akan menunda pemeliharaan yang direncanakan dari Mei ke September, dengan alasan “situasi terkini di kawasan Teluk.” Kini, Adnoc tidak lagi menerbitkan pembaruan informasi tersebut.
Pengurangan sebesar 5% ini masih berada dalam batas toleransi operasional, yakni tingkat variasi yang diperbolehkan untuk mengakomodasi kendala teknis yang tidak terduga. Para trader menyebut bahwa tidak ada alasan spesifik yang disampaikan terkait hal ini.
(bbn)



























