Berdasarkan Pasal 87A UU Nomor 14 Tahun 2025, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh orang yang akan menjalankan ibadah umrah.
Pertama, calon jemaah harus beragama Islam. Persyaratan tersebut menjadi dasar bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan untuk melaksanakan ibadah umrah.
Kedua, calon jemaah wajib mempunyai paspor yang masih berlaku paling sedikit enam bulan sejak tanggal keberangkatan. Masa berlaku paspor perlu diperiksa sejak awal agar tidak menimbulkan kendala dalam perjalanan.
Ketiga, calon jemaah harus memiliki tiket pesawat menuju Arab Saudi dengan tanggal keberangkatan dan kepulangan yang jelas. Dokumen perjalanan tersebut menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi.
Selain itu, calon jemaah perlu memiliki surat keterangan sehat dari dokter. Dokumen kesehatan tersebut menjadi bagian dari persyaratan sebelum melakukan perjalanan ibadah.
Persyaratan berikutnya adalah kepemilikan visa. Calon jemaah juga harus mempunyai tanda bukti pembelian paket layanan dari penyedia layanan melalui Sistem Informasi Kementerian.
Dengan demikian, umrah mandiri tetap memiliki kerangka administrasi yang harus dipenuhi. Jemaah tidak dapat mengabaikan persyaratan hanya karena perjalanan tidak menggunakan biro perjalanan.
Nusuk Umrah Jadi Salah Satu Pilihan Digital
Perkembangan layanan digital di Arab Saudi turut memberikan kemudahan bagi calon jemaah yang ingin mengatur perjalanan secara mandiri. Salah satu platform yang dapat digunakan adalah Nusuk Umrah.
Platform tersebut berada di bawah pengawasan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Melalui Nusuk Umrah, calon jemaah dapat mencari serta memilih berbagai paket perjalanan yang ditawarkan penyedia layanan resmi.
Paket yang tersedia dapat mencakup berbagai kebutuhan perjalanan. Beberapa layanan di antaranya visa, penerbangan, akomodasi di Makkah dan Madinah, konsumsi, transportasi antarkota, serta layanan lain sesuai paket yang dipilih.
Calon jemaah juga dapat menemukan pilihan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan perjalanan. Namun, ketersediaan paket tidak selalu sama untuk setiap negara domisili.
Data yang diberikan ketika melakukan registrasi akan melalui proses verifikasi. Setelah proses tersebut, layanan yang tersedia akan ditampilkan berdasarkan negara dan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, calon jemaah sebaiknya tidak langsung mengasumsikan seluruh paket tersedia bagi masyarakat Indonesia. Pilihan yang muncul dalam platform dapat bergantung pada hasil verifikasi dan kebijakan yang berlaku.
Cara Daftar Umrah Mandiri Lewat Nusuk
Proses perjalanan dapat dimulai dengan mengakses situs resmi Nusuk Umrah. Calon jemaah perlu memastikan alamat situs yang digunakan benar agar tidak terjebak situs atau layanan yang tidak resmi.
Setelah membuka platform, calon jemaah dapat melakukan pendaftaran akun. Informasi seperti negara domisili dan kewarganegaraan perlu diisi sesuai data sebenarnya.
Tahap selanjutnya adalah menunggu verifikasi data. Nusuk Umrah akan memproses informasi yang diberikan sebelum menampilkan pilihan layanan yang tersedia bagi calon jemaah.
Jika sudah mendapatkan akses, calon jemaah dapat memilih paket atau layanan yang sesuai. Pilihannya dapat berupa paket komprehensif maupun layanan tertentu berdasarkan kebutuhan perjalanan.
Paket lengkap dapat mencakup visa, akomodasi, penerbangan, makanan, transportasi, serta layanan ibadah dan ziarah. Ketersediaan masing-masing layanan tetap mengikuti ketentuan platform.
Setelah menentukan layanan, pembayaran dilakukan melalui mekanisme yang tersedia. Calon jemaah kemudian perlu memastikan seluruh dokumen perjalanan sudah lengkap sebelum tanggal keberangkatan.
Umrah Mandiri Bukan Sekadar Menghemat Biaya
Pilihan melakukan perjalanan secara mandiri memang memberikan fleksibilitas lebih besar. Namun, calon jemaah juga harus mengambil alih sejumlah tanggung jawab yang biasanya ditangani biro perjalanan.
Jemaah perlu mengatur dokumen, tiket pesawat, akomodasi, transportasi, hingga kebutuhan selama berada di Arab Saudi. Hal ini berbeda dengan penggunaan PPIU yang umumnya menyediakan berbagai kebutuhan dalam satu paket perjalanan.
Karena itu, umrah mandiri tidak semata-mata harus dipandang sebagai cara untuk mendapatkan biaya lebih murah. Kemampuan mengatur perjalanan dan memastikan legalitas layanan juga menjadi faktor penting.
Calon jemaah perlu memastikan penyedia layanan yang digunakan merupakan pihak resmi. Seluruh dokumen perjalanan juga harus diperiksa agar sesuai dengan ketentuan Indonesia dan Arab Saudi.
Perkembangan mengenai mekanisme ini sebelumnya juga menjadi bagian dari pengujian di Mahkamah Konstitusi. Pada 16 Maret 2026, MK menyatakan permohonan uji materi terhadap sejumlah ketentuan UU Nomor 14 Tahun 2025 tidak dapat diterima karena permohonan dinilai tidak jelas atau kabur.
Dengan keputusan tersebut, ketentuan mengenai mekanisme umrah mandiri dalam UU Nomor 14 Tahun 2025 tetap berlaku. Masyarakat dapat memanfaatkan pilihan tersebut dengan tetap mengikuti seluruh persyaratan yang ditetapkan.
Berapa Perkiraan Biaya Umrah Mandiri?
Selain persyaratan, biaya menjadi salah satu pertimbangan utama calon jemaah. Pengeluaran perjalanan umrah mandiri terdiri dari beberapa komponen sehingga jumlah akhirnya dapat berbeda antara satu jemaah dengan jemaah lainnya.
Mengacu pada informasi agen perjalanan umrah Syabab Umroh dalam materi yang menjadi dasar artikel ini, tiket pesawat internasional menjadi salah satu komponen terbesar. Tiket pulang pergi Indonesia ke Arab Saudi diperkirakan berada pada kisaran Rp12 juta hingga Rp20 juta.
Harga tiket tersebut dapat berubah tergantung maskapai, musim keberangkatan, serta kota transit. Karena itu, waktu pembelian tiket dapat berpengaruh terhadap total anggaran perjalanan.
Komponen berikutnya adalah visa umrah. Biaya yang disebutkan dalam materi tersebut berada pada kisaran Rp2 juta hingga Rp4 juta, bergantung pada kebijakan terbaru pemerintah Arab Saudi dan layanan pengurusannya.
Akomodasi juga menjadi pengeluaran yang cukup besar. Harga hotel di Makkah dan Madinah dapat berkisar mulai sekitar Rp400 ribu hingga Rp2 juta per malam, tergantung fasilitas serta jaraknya dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.
Jika jemaah menginap selama 10 hingga 12 hari, biaya akomodasi dapat mencapai sekitar Rp5 juta hingga Rp15 juta per orang. Pemilihan lokasi dan kelas hotel akan sangat memengaruhi jumlah tersebut.
Jemaah juga perlu memasukkan biaya makan, transportasi lokal, dan kebutuhan pribadi ke dalam anggaran. Transportasi antarkota, misalnya dari Makkah menuju Madinah, dapat menggunakan kereta cepat maupun bus.
Dalam materi sumber disebutkan bahwa transportasi antarkota tersebut diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Jika seluruh komponen digabungkan, estimasi biaya umrah mandiri yang disebutkan berada pada kisaran Rp30 juta hingga Rp45 juta per orang.
Angka tersebut bukan tarif tetap karena biaya perjalanan dapat berubah mengikuti harga tiket, akomodasi, kurs, kebijakan visa, pilihan layanan, serta waktu keberangkatan.
Pada akhirnya, umrah mandiri memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki kendali lebih besar dalam menyusun perjalanan ke Tanah Suci. Namun, kebebasan mengatur perjalanan tetap harus disertai kepatuhan terhadap aturan.
Calon jemaah perlu memastikan paspor, tiket, surat kesehatan, visa, serta bukti pembelian layanan telah terpenuhi. Penggunaan platform resmi seperti Nusuk Umrah juga perlu dilakukan dengan memperhatikan hasil verifikasi dan layanan yang memang tersedia.
Dengan perencanaan yang matang, calon jemaah dapat memperkirakan kebutuhan biaya sekaligus menghindari persoalan administratif. Yang tidak kalah penting, pastikan seluruh informasi dan transaksi dilakukan melalui kanal resmi sebelum menentukan jadwal keberangkatan.
(seo)






























