Komdigi melalui Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, dan operator telekomunikasi terus memantau proses pemulihan 111 BTS yang masih terdampak.
Adapun site/BTS yang masih dalam proses pemulihan tersebar di delapan kabupaten. Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah BTS terdampak yang masih paling banyak, yakni 32 site, dengan tingkat pemulihan 57,33%.
Selanjutnya, Manggarai menyisakan 27 site dengan tingkat pemulihan 82,35%, Nagekeo 19 site dengan tingkat pemulihan 76,25%, Ende 11 site dengan tingkat pemulihan 89,52%, dan Ngada 10 site dengan tingkat pemulihan 87,18%.
Sementara Sikka masih memiliki tujuh site dalam proses pemulihan dengan tingkat pemulihan 94,07%. Manggarai Barat menyisakan empat site dengan tingkat pemulihan 96,36%, sedangkan Flores Timur hanya menyisakan satu site dengan tingkat pemulihan 97,56%.
Sebelumnya, Komdigi mencatat sebanyak 200 site/BTS terdampak gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores, NTT. Berdasarkan pemantauan operator hingga pukul 07.00 WIB pada hari yang sama, gangguan tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota. Tiga operator, yakni Telkomsel, XLSmart, dan Indosat, terkonfirmasi mengalami dampak pada jaringan.
Gangguan pada saat itu antara lain disebabkan oleh terganggunya pasokan listrik serta jaringan transmisi akibat gempa. Komdigi kemudian terus memperbarui data seiring proses pemulihan di lapangan.
Gempa M 7,7 tersebut terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA atau 04.58 WIB dengan pusat gempa di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Berdasarkan data yang disampaikan Komdigi, bencana tersebut menyebabkan 53 orang meninggal dunia, 135 orang luka-luka, dan sekitar 5.000 orang mengungsi.
(fik)






























