“Hal ini berpotensi menjadi faktor positif bagi sektor perbankan, konsumsi, industri dan konstruksi jika investasi mendorong terjadinya multiplier effect terhadap konsumsi dan kredit,” jelas Phintraco.
Sementara itu, rencana penataan BUMN juga menjadi sentimen yang perlu dicermati investor. Pemerintah menargetkan jumlah BUMN maksimal 300 entitas pada akhir 2026. Dalam proses tersebut, lebih dari 750 entitas akan ditutup karena dinilai tidak produktif.
Phintraco juga menyoroti target dividen BUMN tahun buku 2026 yang diproyeksikan mencapai Rp200 triliun tanpa tambahan penyertaan modal negara (PMN).
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova melihat ruang penguatan IHSG masih terbuka setelah rebound pada perdagangan Jumat (14/8/2026).
“IHSG berpotensi untuk melanjutkan tren naik sebelumnya menuju 6.545, seiring rebound yang terjadi di hari Jumat, yang membawa posisi IHSG kembali mendekati resisten internal di 6.422,” ujar Ivan.
Meski demikian, Ivan mengingatkan konsolidasi atau koreksi lanjutan masih dapat terjadi apabila IHSG tetap berada di bawah level 6.422. Adapun, support IHSG berada di angka 6.194, 6.092, 6.025, dan 5.887, sementara resiten berada di level 6.422, 6.545, 6.700, dan 6.835.
(dhf)




























