Logo Bloomberg Technoz

Kedua, Universitas Michigan mengumumkan indeks sentimen konsumen periode Agustus berada di 51. Turun lumayan dalam dari posisi Joli yang sebesar 55,2 dan di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan di 54,5.

Berbagai data ini memberi penegasan bahwa bank sentral Federal Reserve sepertinya belum perlu terburu-buru untuk mengetatkan kebijakan moneter. Peluang kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat kian memudar.

Mengutip CME FedWatch, probabilitas kenaikan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) dalam rapat The Fed bulan depan tinggal 33,1%. Menyusut dibandingkan posisi sepekan lalu di 44,4$ dan sebulan yang lalu yakni 47%.

Probabilitas Federal Funds Rate September 2026 (Sumber: CME FedWatch)

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

“Kondisi makro saat ini mendukung, meski posisi kurang suportif dan momentum teknikal terlihat jenuh setelah kenaikan harga emas akhir-akhir ini. Risiko konsolidasi tetap ada,” tegas Christopher Wong, Strategist di Oversea-Chinese Banking Corp, seperti diberitakan Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk minggu ini? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 51.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli (overbought).

Untuk perdagangan pekan ini, harga emas sepertinya berisiko turun. Target koreksi terdekat ada di US$ 4.240/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5.

Jika tertembus, maka harga emas bisa saja melorot ke level US$ 4.167/troy ons sebagai target paling pesimistis.

Namun kalau harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 4.389/troy ons bisa menjadi target resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga ke rentang US$ 4.432-4.483/troy ons.

Target paling optimistis ada di US$ 4.587/troy ons.

(aji)

No more pages