Logo Bloomberg Technoz

Tarif Pesawat Alami Deflasi September 2026, Ini Alasannya

Redaksi
01 October 2026 17:30

Suasana saat penutupan sementara Bandara Soekarno Hatta di Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Suasana saat penutupan sementara Bandara Soekarno Hatta di Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan komponen tarif angkutan udara menyumbang andil deflasi secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Indeks Harga Konsumen (IHK) periode September 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono menjelaskan penurunan tarif angkutan udara pada September 2026 terjadi didorong oleh berakhirnya musim liburan sekolah.

"Jadi permintaan mobilitas penumpang melalui perjalanan udara memasuki fase relatif menurun, atau low season," ujar Ateng dalam konferensi pers, Kamis (1/10/2026).


Menurut sebarannya, dia menyebutkan, tarif angkutan udara secara bulanan mayoritas mengalami deflasi, yakni di 28 provinsi. Sementara 9 provinsi lain mengalami inflasi tarif angkutan udara, dan 1 provinsi relatif stabil.

Berdasarkan data BPS, secara bulanan, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi rendah atau mendekati nol pada September 2026. Komoditas bensin memberi andil inflasi, sedangkan tarif angkutan udara menyumbang andil deflasi.