Logo Bloomberg Technoz

Pembatasan Durasi

Selain netralitas teknologi, Yayan menyoroti pentingnya pembatasan durasi bantuan pemerintah agar tidak memicu ketergantungan pasar.

"Setiap insentif NMC harus disertai jadwal penghentian bertahap atau sunset clause dan tolok ukur biaya yang terukur. Jangan sampai dukungan pemerintah dalam bentuk insentif ini justru berubah menjadi subsidi permanen,” tegasnya.

Menurut Yayan, skema sunset clause tersebut idealnya diberlakukan dengan tenggat sekitar 5 hingga 7 tahun secara menurun bertahap. Bantuan ini wajib diikat dengan target penurunan biaya operasional yang transparan.

“Jika industri tidak mampu mencapai paritas harga di pasar, pemerintah harus berani menghentikan dukungan tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan kendaraan listrik dengan basis baterai nikel akan memperoleh pemotongan pajak yang lebih besar.

“Itu kan kalau mobil yang baterainya nikel, PPN-nya ditanggung 100%. Kalau yang nonnikel, di bawah itu,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Untuk roda empat, kata dia, ada yang akan diberikan bebas pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) 100%, dan juga ada yang akan diberikan hanya sebesar 40% saja. Ini akan bergantung terhadap basis bahan baku baterainya.

"Untuk mobil bervariasi, ada yang 100% bebas PPN ditanggung pemerintah, ada yang 40%, tergantung baterai," ujar Purbaya.

Sementara itu, untuk roda dua atau motor, pemberian insentif akan diberikan sebesar Rp5 juta. Untuk tahap pertama, pemberian dilakukan masing-masing sebanyak 100.000 unit.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan tengah membuka peluang adanya pemberian insentif bagi kendaraan listrik menggunakan baterai berbasis nikel atau NMC untuk mendongkrak pasar EV di Indonesia.

“Ke depan akan ke sana. [Insentif baterai NMC menjadi] bagian dari salah satu strateginya,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (3/8/2026).

Bahlil menjelaskan Indonesia saat ini telah memiliki dua pabrik baterai kendaraan listrik, termasuk pabrik hasil kerja sama dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) yang siap diresmikan dalam waktu dekat.

Menurutnya, dengan kapasitas industri yang mulai terbentuk, pemerintah ingin mendorong permintaan terhadap kendaraan listrik yang menggunakan baterai berbahan baku nikel agar rantai pasok dari hulu hingga hilir dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Kita akan mencari formula agar mobil-mobil yang menggunakan NMC juga kita harus berikan insentif, karena itu berbahan baku dari nikel kita," kata dia.

(smr/wdh)

No more pages