Untuk Penegak dan Pandega, atribut yang digunakan mencakup tanda sangga, tanda ambalan, tanda jabatan, serta TKU dengan tingkatan yang berlaku pada masing-masing golongan.
Atribut Pramuka Siaga
Pada seragam Pramuka Siaga terdapat sejumlah atribut dengan fungsi dan posisi yang berbeda. Tanda tutup kepala memiliki warna dasar hijau. Bentuknya dibedakan berdasarkan jenis kelamin, yaitu lingkaran untuk anggota putri dan jajar genjang untuk anggota putra.
Tanda tersebut dipasang pada bagian depan tutup kepala Pramuka. Selain itu, terdapat Tanda Pandu Dunia atau WOSM yang berwarna ungu sebagai simbol bahwa Gerakan Pramuka Indonesia menjadi bagian dari gerakan kepanduan dunia.
Pada Siaga putri, WOSM berbentuk lingkaran dan ditempatkan pada kerah baju sebelah kanan. Sementara itu, Siaga putra menggunakan WOSM berbentuk persegi yang dipasang di dada sebelah kanan, tepat di atas papan nama.
Tanda pelantikan berwarna cokelat tua. Untuk anggota putri, bentuknya lingkaran dan dipasang pada kerah sebelah kiri. Pada anggota putra, tanda pelantikan ditempatkan di dada sebelah kiri sesuai ketentuan seragam.
Papan nama berfungsi menunjukkan identitas anggota yang mengenakan seragam. Atribut ini memiliki dasar warna cokelat muda dan dipasang di dada sebelah kanan, tepat di bawah tanda WOSM untuk anggota yang menggunakannya pada posisi tersebut.
Di bagian lengan kanan terdapat tanda lokasi Kwartir Cabang atau Kwarcab. Tanda ini menunjukkan nama kwartir cabang atau kabupaten/kota tempat anggota berada. Tepat di bawahnya terdapat tanda Gugus Depan atau Gudep yang menunjukkan nomor gugus depan.
Untuk nomor Gudep, anggota putra menggunakan nomor ganjil, sedangkan anggota putri menggunakan nomor genap. Berikutnya terdapat lencana atau badge daerah yang memuat lambang Kwartir Daerah atau Kwarda.
TKK Siaga juga ditempatkan di bagian lengan kanan di sekitar lencana daerah. Tanda Kecakapan Khusus tersebut berbentuk segitiga terbalik dan menunjukkan keterampilan tertentu yang telah dikuasai anggota.
Sementara itu, bagian lengan kiri digunakan untuk tanda barung dan TKU. Tanda barung berbentuk segitiga dengan warna yang disesuaikan dengan nama barung. TKU Siaga kemudian dipasang di bawahnya dengan tingkatan Mula, Bantu, dan Tata.
Atribut Pramuka Penggalang
Sebagian atribut Penggalang memiliki bentuk dan tata letak yang serupa dengan Siaga, termasuk WOSM, tanda pelantikan, papan nama, tanda lokasi Kwarcab, serta tanda Gudep. Namun, terdapat sejumlah perbedaan pada atribut khusus golongan Penggalang.
Tanda tutup kepala Penggalang berwarna merah. Untuk putri, bentuknya lingkaran dan dipasang pada bagian depan topi Pramuka. Sementara untuk putra, bentuknya segi delapan dan ditempatkan di bagian samping kiri kabaret Pramuka.
Lencana daerah berada di lengan kanan, tepat di bawah tanda Gudep. Penggalang juga memiliki TKK yang menunjukkan keterampilan khusus. Bentuknya berbeda berdasarkan tingkat kecakapan, yaitu Purwa berbentuk lingkaran, Madya berbentuk persegi, dan Utama berbentuk segilima.
TKK dipasang di sekitar lencana daerah dengan jumlah maksimal lima buah pada lengan. Jika anggota mempunyai lebih dari lima TKK, tanda lainnya dapat ditempatkan pada tetampan TKK sesuai ketentuan yang berlaku.
Tanda jabatan digunakan untuk menunjukkan kedudukan atau tanggung jawab anggota dalam satuan Penggalang. Di antaranya terdapat tanda Pratama, Pemimpin Regu, dan Wakil Pemimpin Regu.
Pada lengan kiri terdapat tanda regu berbentuk persegi dengan gambar yang menyesuaikan nama regu. Tepat di bawahnya dipasang TKU Penggalang yang memiliki tiga tingkatan, yaitu Ramu, Rakit, dan Terap.
Atribut Penegak dan Pandega
Seragam Pramuka Penegak dan Pandega memiliki sejumlah atribut yang pemasangannya serupa dengan Penggalang. Di antaranya WOSM, tanda pelantikan, papan nama, tanda lokasi Kwarcab, tanda Gudep, dan lencana daerah.
Perbedaan terlihat pada atribut khusus golongan ini. Tanda tutup kepala Penegak dan Pandega berwarna kuning. Bentuknya lingkaran untuk putri dan segi delapan untuk putra.
Pada anggota putri, tanda tutup kepala dipasang di bagian depan tutup kepala. Sedangkan pada anggota putra, tanda tersebut ditempatkan di bagian samping kiri kabaret Pramuka.
TKU Penegak dan Pandega memiliki bentuk trapesium dengan gambar tunas kelapa serta tulisan yang menunjukkan tingkat kecakapannya. Atribut tersebut dipasang pada bagian pundak.
Untuk tanda jabatan, terdapat atribut yang menunjukkan kedudukan anggota seperti Pradana, Pemimpin Sangga, dan Wakil Pemimpin Sangga. Sementara itu, tanda sangga berbentuk persegi dan memiliki gambar atau simbol yang disesuaikan dengan nama sangga.
Tanda sangga dipasang pada bagian paling atas lengan kiri. Di bawahnya terdapat tanda ambalan yang menjadi simbol satuan Penegak dan Pandega dalam gugus depan. Bentuk, warna, dan desain tanda ambalan dapat berbeda karena mengikuti ketentuan masing-masing ambalan.
Penegak dan Pandega yang menjadi anggota Dewan Kerja juga dapat memiliki ketentuan atribut khusus. Dalam kondisi tertentu, anggota Dewan Kerja tidak mengenakan tanda lokasi Kwarcab maupun tanda Gudep.
Khusus anggota Dewan Kerja Nasional atau DKN, lencana wilayah yang digunakan dapat berupa lambang Garuda Pancasila dengan tulisan INDONESIA. Ketentuan tersebut membedakan atribut mereka dari anggota biasa.
TKK Penegak dan Pandega memiliki bentuk yang sama dengan Penggalang. TKK tingkat Purwa berbentuk lingkaran, Madya berbentuk persegi, dan Utama berbentuk segilima. Pemasangannya berada di lengan kanan di sekitar lencana daerah dengan jumlah maksimal lima buah.
Ada Tanda Tambahan pada Seragam
Selain atribut utama, seragam Pramuka juga dapat dilengkapi berbagai tanda pengenal tambahan. Salah satunya adalah Tiska atau Tanda Ikut Serta Kegiatan yang diberikan sebagai penanda bahwa seorang anggota telah mengikuti kegiatan tertentu.
Ada pula Tanda Pramuka Garuda yang diberikan kepada anggota yang telah memenuhi persyaratan untuk mencapai tingkat Pramuka Garuda. Selain itu, anggota dapat mengenakan tanda penghargaan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk tanda penghargaan tahunan.
Dengan banyaknya jenis atribut tersebut, anggota Pramuka perlu memperhatikan golongan, fungsi, bentuk, serta posisi setiap tanda sebelum memasangnya pada seragam. Kesalahan penempatan dapat membuat susunan atribut tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Mulai dari Siaga hingga Pandega, setiap atribut memiliki makna tersendiri. Tanda yang terlihat sederhana pada seragam ternyata dapat memberikan informasi mengenai identitas anggota, satuan, wilayah, keterampilan, tingkat kecakapan, hingga tanggung jawab yang dimiliki.
Pemahaman mengenai jenis dan cara pemasangan atribut Pramuka menjadi penting agar seragam tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga sesuai dengan aturan organisasi. Dengan pemasangan yang tepat, setiap tanda pada seragam dapat menjalankan fungsi pengenalannya sebagaimana mestinya.
(seo)


























