Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran oleh investor asing sepanjang perdagangan Kamis (13/8/2026):
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp129,42 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp38,64 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp30,86 miliar
- PT Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp9,13 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp7,37 miliar
- PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Rp5,89 miliar
- PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) Rp5,62 miliar
- PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) Rp4,14 miliar
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp3,19 miliar
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp2,68 miliar
Hasil Review MSCI Agustus 2026
Penyedia indeks global MSCI resmi mengumumkan hasil tinjauan indeks Agustus 2026, mengutip Kamis (13/8/2026).
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) didepak dari MSCI Global Standard Indexes.
Kendati demikian, CPIN masih berada dalam portofolio MSCI dengan turun kelas ke klasifikasi MSCI Global Small Cap Indexes.
Melansir pengumuman resmi MSCI Agustus 2026, MSCI tidak menambah saham Indonesia masuk ke dalam MSCI Global Standard Indexes dalam penyesuaian bobot ini.
MSCI juga mendepak PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM) dari MSCI Global Small Cap Indexes.
MSCI turut mengeluarkan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) dari Indeks tersebut.
Rasanya, hasil review Agustus belum menentukan status pasar Indonesia secara final. Keputusan mengenai status pasar Indonesia akan menjadi perhatian pada MSCI Index Review November 2026.
Analis Panin Sekuritas Muhammad Zaidan menuturkan, status pasar saham Indonesia masih freeze, hanya keputusan deletion saja yang IHSG dapatkan.
Zaidan menilai deletion tersebut menjadi katalis negatif bagi IHSG, kendatipun sebagian dampaknya telah tercermin dalam harga karena status freeze telah berlangsung sejak Januari 2026. Di sisi lain, belum adanya pandangan resmi MSCI mengenai reformasi bursa yang tengah berjalan membuat pasar masih berada dalam kondisi wait and see.
(fad)




























