Logo Bloomberg Technoz

Ambrolnya IHSG tersengat sentimen wait and see menanti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo untuk menyampaikan RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan pada esok hari. "Penyampaian tersebut akan menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menjabarkan arah kebijakan fiskal dan anggaran tahun depan,” papar Phintraco Sekuritas dalam catatan terbarunya.

Investor mengharapkan, lanjut Phintraco, pos-pos anggaran dapat dialokasikan secara efektif dan efisien serta mengurangi anggaran untuk kebijakan populis, sehingga dapat memenuhi target defisit RAPBN 2027 yang sekitar 1.8-2.4% dari PDB. 

Kemudian, melansir riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia, hasil MSCI periode Agustus di mana tidak terdapat penambahan ke Global Standard Index maupun Small Cap Index selain migrasi (downgrade) turut membayangi laju IHSG pagi ini.

MSCI menurunkan 'kasta' saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dari Global Standard Index menjadi Small Cap Index. Sementara terdapat sembilan emiten yang mengalami penghapusan dari Small Cap Index.

Di sisi lain, tidak terdapat perubahan pada daftar negara Emerging Markets yang saat ini termasuk dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index sebagai hasil dari review ini. 

“Dengan demikian, maka Indonesia tetap berada dalam kategori Emerging Markets,” tulis Mirae Asset Sekuritas, Kamis.

Namun memang, yang jadi perhatian, tidak adanya saham baru yang masuk ke MSCI Indonesia Standard Index maupun Small Cap Index membatasi potensi passive inflow, sementara dampak negatif berpotensi dirasakan terjadi pada saham yang mengalami penurunan kelas atau keluar dari indeks.

“Saham yang dikeluarkan ataupun mengalami penurunan kelas indeks berpotensi menghadapi tekanan jual, seiring penyesuaian portofolio passive fund dan ETF yang mengikuti benchmark MSCI,” mengutip paparan Phintraco Sekuritas.

(fad/aji)

No more pages