Logo Bloomberg Technoz

Adapun IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. Secara teknikal, IHSG kembali mendekati resistance 6.385. Jika mampu breakout, target berikutnya berada di 6.450, dengan support di 6.240–6.190.

“Dari global, data inflasi AS Juli menjadi katalis positif karena inflasi turun menjadi 3,4% YoY dari 3,5% sebelumnya, sesuai ekspektasi. Core inflation juga melandai menjadi 2,5% dari 2,6%,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.

Data ini memperkuat peluang The Fed untuk bersikap lebih dovish, sehingga berpotensi mendukung arus dana ke emerging market, termasuk Indonesia.

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah HRTA, CDIA, dan DSSA.

Lebih jauh, melansir Phintraco Sekuritas, hasil rebalancing MSCI Agustus 2026 untuk Global Standard Index mengeluarkan saham GOTO dan CPIN. Sedang untuk Smallcap indeks memasukkan saham CPIN (turun kelas), dan mengeluarkan saham ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, TCPI.

Yang jadi perhatian, MSCI tetap mempertahankan Indonesia dalam klasifikasi Emerging Market, sehingga tidak ada perubahan status pasar yang berpotensi memicu realokasi dana global secara signifikan.

Namun memang, sebab IHSG mixed pagi ini, “Tidak adanya saham baru yang masuk ke MSCI Indonesia Standard Index maupun Small Cap Index membatasi potensi passive inflow, sementara dampak negatif berpotensi dirasakan terjadi pada saham yang mengalami penurunan kelas atau keluar dari indeks,” papar Phintraco Sekuritas.

Terlebih lagi, investor bersikap wait and see menantikan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo untuk menyampaikan RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan pada Jumat (14/8/2026). Penyampaian tersebut akan menjadi kesempatan bagi Pemerintah untuk menjabarkan arah kebijakan fiskal dan anggaran tahun depan.

Investor mengharapkan, lanjut Phintraco, pos-pos anggaran dapat dialokasikan secara efektif dan efisien serta mengurangi anggaran untuk kebijakan populis, sehingga dapat memenuhi target defisit RAPBN 2027 yang sekitar 1.8%-2.4% dari PDB. 

Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham PTRO, TPIA, BRPT, BMRI, dan BBCA.

CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, menguatnya mayoritas Bursa Wall Street dan naiknya beberapa harga komoditas serta aksi beli investor asing diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. 

Sementara itu, pengumuman rebalancing MSCI berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG. 

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.280–6.185 dan resistance 6.470–6.560,” tulis riset CGS International.

Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham HRTA, PSAB, ARCI, TINS, ADMR, dan BFIN.

Panin menyematkan IHSG berpotensi menguat, disebabkan oleh tensi geopolitik yang membaik yang diikuti penurunan harga minyak, serta mulai kembali masuknya dana asing.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat,” mengutip Panin Sekuritas.

Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah HRTA, PANI, dan BBCA.

(fad)

No more pages