Keempat anaknya juga memiliki kepentingan di berbagai bagian kerajaan bisnis keluarga, yang mencakup perbankan, rokok, pusat perbelanjaan, dan perkebunan. Keluarga tersebut memiliki PT Djarum, salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.
Warisan tersebut menjadi contoh terbaru mengenai bagaimana kekayaan yang selama ini dikuasai para taipan terkaya di Asia mulai diwariskan kepada generasi berikutnya.
Transfer kekayaan keluarga Hartono ini lebih besar dibandingkan sekitar US$10 miliar yang ditinggalkan oleh mendiang taipan Singapura, Wee Cho Yaw, yang merupakan tokoh utama di balik United Overseas Bank Ltd.
Menurut Bloomberg Billionaires Index, total kekayaan keluarga Hartono mencapai US$28,6 miliar per 11 Agustus, menjadikan mereka keluarga terkaya di Indonesia. Perwakilan keluarga menolak memberikan komentar mengenai dokumen pewarisan tersebut.
Kekayaan kedua bersaudara itu melonjak setelah mereka mengembangkan bisnis rokok yang diwarisi dari ayah mereka dan kemudian melakukan ekspansi ke sektor keuangan.
Saat ini, Bank Central Asia merupakan bank terbesar di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan nilai sekitar US$44 miliar.
Victor Hartono, putra tertua Robert Budi Hartono, telah menggantikan ayahnya sebagai chief executive officer (CEO) PT Djarum, berdasarkan dokumen perusahaan yang terpisah. Sebelumnya, Victor menjabat sebagai chief operating officer (COO).
(bbn)






























