Logo Bloomberg Technoz

Daftar Saham Pilihan Pasar Usai BI Rate Ditahan 5,75%

Muhammad Julian Fadli
24 September 2026 12:54

Ilustrasi Bank BRI, BCA dan Bank Mandiri
Ilustrasi Bank BRI, BCA dan Bank Mandiri

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di tengah tekanan eksternal yang masih kuat, sembari tetap mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di dalam negeri, menjadi angin segar bagi pasar saham.

Pada Rabu (23/9/2026), Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI Rate di 5,75%. Bank Sentral juga mempertahankan suku bunga deposit facility 4,75%, dan suku bunga lending facility 6,5%.

BI Rate (Bloomberg)

Pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus tercatat 13,65% secara tahunan (year–on–year/yoy). Sedikit lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang naik 13,58% yoy.


Riset Phintraco Sekuritas menyebut, spread antara suku bunga acuan BI Rate dan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) saat ini 1,75% dari sebelumnya 2%. Spread saat ini masih lebih lebar dibanding dengan rata-rata spread selama tiga tahun yang berada di rentang 0,75–1,25%. 

“Melebarnya spread bertujuan memberikan interest rate differential yang cukup menarik bagi investor asing guna memperkuat stabilitas mata uang rupiah,” tulis riset Phintraco.