Mengenal Satelit dari Kayu Hasil Pengembangan Universitas Kyoto
Redaksi
12 August 2026 11:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saat banyak perangkat satelit konvensional berbahan logam metal, Universitas Kyoto bersama perusahaan pembangun rumah Jepang, menawarkan solusi berbahan kayu.
Satelit berbahan kayu menjadi upaya mencari alternatif material. Konsepnya tetap menggabungkan teknologi antariksa dengan teknik pertukangan kayu tradisional Jepang.
Material kayu dipandang sebagai solusi atas residu dari satelit yang selama ini ada setelah masa operasinya berakhir, dilansir dari situs Japan Gov Rabu (12/8/2026).
Untuk diketahui bahan logam pada satelit, seperti aluminium campuran, tidak sepenuhnya terbakar ketika masuk kembali ke atmosfer dan dapat meninggalkan partikel alumina, yang menurut pemerintah Jepang dapat bertahan hingga 40 tahun di atmosfer.
LignoSat sendiri menggunakan honoki atau Japanese magnolia, jenis kayu yang ringan dan memiliki tingkat penyusutan rendah. Material tersebut dipilih setelah melalui berbagai pengujian ketahanan terhadap kondisi vakum.






























