Logo Bloomberg Technoz

“Itu disubsidi, tapi subsidinya menghemat 30-40%. Artinya subsidinya masih lebih rendah dari subsidi LPG,” tegas Laode.

Sebelum itu, Bahlil mengatakan pengembangan proyek tabung CNG Merah Putih berukuran 3 kg kini memasuki pengujian akhir yaitu uji tembak. 

“Menurut informasi yang saya terima tinggal uji tembak saja yang belum, karena itu kan diuji tembak dengan pembakaran 850 [derajat celcius] panasnya itu. Itu sudah tinggal uji tembak saja,” ungkap Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (3/8/2026).

Uji tembak tersebut, lanjut dia, akan dilakukan di China dan Indonesia. Adapun, uji tembak di Indonesia akan dilakukan secepatnya di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

“Dua-duanya dilakukan [di China dan Indonesia]. Jadi, kami tembak juga,” kata Bahlil.

Dia berharap pada Agustus atau bulan ini pemerintah sudah bisa melakukan perkenalan CNG 3 kg kepada masyarakat.

Pada kesempatan terpisah sebelumnya, Bahlil mengungkapkan proyek CNG Merah Putih 3 kg rencananya akan digarap melalui kerja sama dengan BUMN pertahanan, PT Pindad (Persero).

Meski demikian, Bahlil menjelaskan proyek tersebut saat ini masih dalam tahap pengujian di China sebelum bisa dilanjutkan ke tahap realisasi di dalam negeri.

“Kita akan melakukan [kerja sama] dengan Pindad nanti, tetapi masih cek dahulu di sana [China]. Kalau sudah selesai, baru kita lakukan tindakan lebih lanjut,” ujar Bahlil kepada awak media usai menghadiri agenda Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026, Selasa (21/7/2026).

Di sisi lain, Laode sempat menyampaikan tengah bersiap menggelar uji coba penggunaan tabung CNG ukuran 3 kg di Jawa Barat, sebagai salah satu lokasi pelaksanaannya.

"Uji cobanya di kota-kota besar dahulu ya, mungkin salah satunya adalah di Jawa Barat," ujar Laode di sela acara GHES 2026, Selasa (21/7/2026).

Kementerian ESDM menargetkan proses pembuatan sampel tabung rampung pada akhir Juli 2026 agar dapat segera diuji kelayakannya di Lemigas, sebelum akhirnya disosialisasikan kepada masyarakat.

Terpisah, Laode juga mengungkapkan Indonesia sedang mempertimbangkan rencana impor tabung gas CNG berukuran 3 kg sekitar 100.000 unit dari China.

Laode menyatakan proses pengujian tabung CNG 3 kg sedang dilakukan dan untuk memesan tabung dengan ukuran tersebut dibutuhkan minimal pembelian sekitar 100.000 tabung.

Dia memastikan impor tersebut bakal dilakukan oleh badan usaha. Namun, dia tak menjelaskan apakah BUMN atau pihak swasta yang bakal mengimpor tabung tersebut.

Adapun, Kementerian ESDM menegaskan penggunaan CNG dalam tabung 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga tidak memerlukan penggantian kompor. Dengan begitu, kompor LPG yang saat ini digunakan masyarakat dapat langsung menggunakan CNG.

Kementerian ESDM memastikan masyarakat tak perlu menyesuaikan kompor yang dimiliki dengan memasang pengonversi (converter) atau alat lainnya.

Di sisi lain, CNG Merah Putih disebut bakal menggunakan tabung CNG tipe 4, yakni tabung dengan bahan plastik atau polimer dan dibungkus dengan komposit serta fiberglass.

(azr/ros)

No more pages