Pemerintah juga berkoordinasi dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, pemerintah provinsi, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia untuk segera melakukan proses pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran tersebut.
"Jadi termasuk dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, kami tadi pagi juga rapat dengan BMKG untuk merancang operasi modifikasi cuaca [OMC].Hanya memang secara teknis tidak semuanya memungkinkan dilakukan OMC," ujar dia.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas areal yang terdampak kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur diproyeksikan mencapai sekitar 520 hektare. Kemudian, berdasarkan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) pada 9 Agustus 2026, sebagian wilayah Jawa Timur berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
(dov/frg)





























