Pemantauan perkembangan kebakaran kemudian dilakukan menggunakan pesawat nirawak (drone). Penanganan dilanjutkan pada Sabtu (08/08/2026) sekitar pukul 00.15 WITA. Sebanyak 35 personel terlibat dalam operasi lanjutan. Sekitar pukul 01.30 WITA, api berhasil dikendalikan. Tim juga melakukan pemeriksaan di areal penanganan dan tidak menemukan titik api aktif yang terpantau. Selanjutnya, petugas melakukan penyisiran dan pemadaman sisa material yang masih berpotensi menyala kembali.
“Setelah api berhasil dikendalikan, pemantauan dan mopping up tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala,” ujarnya.
Kementerian Kehutanan memastikan pemantauan lapangan akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh titik api dan bara benar-benar padam. Kementerian Kehutanan juga mengimbau masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran di dalam maupun sekitar kawasan taman nasional.
(dov/frg)




























